Musibah dalam Pandangan Agama Menjadi Ujian Penguat Keimanan Umat

  • 09 Jul 2026 13:36 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Musibah merupakan bagian dari kehidupan yang tidak dapat dihindari oleh setiap manusia. Dalam pandangan Islam, musibah bukan semata-mata bentuk hukuman, tetapi juga menjadi ujian yang mengandung hikmah dan kesempatan bagi seorang hamba untuk meningkatkan keimanan serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan Badrun, S.HI., Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Malang, saat menjadi narasumber program Cahyaning Ati Pro 4 RRI Malang pada Selasa (7/7/2026). Dalam kajian tersebut, ia menjelaskan bahwa setiap musibah yang terjadi selalu berada dalam ketetapan Allah dan mengandung pelajaran bagi orang-orang yang mau mengambil hikmah.

"Musibah bukan selalu pertanda Allah membenci hamba-Nya. Justru melalui musibah, Allah menguji kesabaran, keikhlasan, dan keimanan seseorang agar menjadi pribadi yang lebih baik," jelas Badrun.

Menurutnya, seorang muslim hendaknya menyikapi musibah dengan kesabaran, ikhtiar, serta tetap berprasangka baik kepada Allah. Sikap tersebut akan membantu seseorang menghadapi cobaan dengan hati yang lebih tenang dan tidak mudah berputus asa.

"Ketika musibah datang, jangan hanya bertanya mengapa ini terjadi, tetapi renungkan apa hikmah yang ingin Allah berikan kepada kita. Dari setiap ujian selalu ada pelajaran yang dapat memperkuat iman," ujarnya.

Badrun menambahkan bahwa musibah juga menjadi pengingat agar manusia lebih banyak bersyukur ketika diberi nikmat dan lebih mendekatkan diri kepada Allah melalui doa, ibadah, serta memperbaiki hubungan dengan sesama.

Ia mengajak masyarakat untuk saling menguatkan dan membantu saudara yang sedang mengalami musibah. Menurutnya, kepedulian sosial merupakan salah satu wujud ajaran Islam yang dapat meringankan beban orang lain sekaligus mempererat persaudaraan.

Melalui kajian tersebut, masyarakat diharapkan mampu memandang musibah sebagai bagian dari ketetapan Allah yang mengandung hikmah. Dengan kesabaran, ikhtiar, dan tawakal, setiap ujian dapat menjadi jalan untuk meningkatkan kualitas keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. (Belgistaniko)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....