4 Perkara Lebih Jelek dari 4 Perkara, Penting untuk Introspeksi Diri

  • 06 Jul 2026 12:48 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang: Ada sejumlah perbuatan yang pada dasarnya sudah tergolong buruk. Namun, menurut para ulama, keburukan tersebut menjadi jauh lebih besar ketika dilakukan oleh golongan tertentu. Pesan inilah yang disampaikan Ustadzah Hj. Dewi Latifah, yang akrab disapa Umi Latifah, dalam program Mutiara Pagi RRI Malang, Jumat (3/7/2026).

Umi Latifah menjelaskan, nasihat 4 perkara lebih jelek dari 4 perkara mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki tanggung jawab sesuai kondisi, usia, maupun ilmu yang dimilikinya. Karena itu, kesalahan seseorang tidak hanya dinilai dari perbuatannya, tetapi juga dari posisi dan amanah yang melekat pada dirinya. Menurutnya, semakin besar nikmat yang Allah berikan, maka semakin besar pula tanggung jawab untuk menjaganya.

"Dalam kitab Nashaihul Ibad dijelaskan bahwa ada empat perkara yang buruk, tetapi menjadi lebih buruk lagi jika dilakukan oleh golongan tertentu. Ini menjadi pengingat agar kita tidak hanya melihat dosa dari perbuatannya, tetapi juga melihat amanah yang kita emban," ujar Umi Latifah.

Ia menyampaikan, perkara pertama adalah dosa yang dilakukan anak muda memang buruk, tetapi dosa orang yang sudah lanjut usia dinilai lebih berat. Sebab, seseorang yang usianya semakin bertambah sejatinya semakin dekat dengan kematian dan semestinya lebih banyak memperbanyak amal saleh serta mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat. Kedua, orang awam yang sibuk mengejar urusan dunia memang tidak baik, namun akan jauh lebih memprihatinkan apabila seorang alim atau orang yang memiliki ilmu agama justru lebih mengutamakan urusan dunia hingga melupakan kewajibannya mengamalkan ilmu yang dimiliki.

Lebih lanjut, Umi Latifah menerangkan bahwa perkara ketiga adalah malas beribadah. Sikap tersebut merupakan kebiasaan yang harus dihindari oleh setiap muslim. Namun, apabila rasa malas itu justru dimiliki oleh ulama maupun penuntut ilmu agama, maka keburukannya menjadi lebih besar karena mereka memahami keutamaan ibadah, tetapi tidak mengamalkannya. Sementara perkara keempat adalah sifat sombong. Kesombongan orang kaya sudah termasuk akhlak tercela, tetapi kesombongan orang miskin dinilai lebih buruk karena tidak memiliki alasan apa pun untuk menyombongkan diri.

"Orang yang berilmu seharusnya menjadi teladan dalam ibadah dan akhlak. Begitu juga siapa pun yang diberi umur panjang, hendaknya semakin banyak bertaubat dan memperbaiki diri. Jangan sampai ilmu hanya menjadi pengetahuan, tetapi tidak diwujudkan dalam amal," tutur Umi Latifah.

Umi Latifah menegaskan bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh usia, harta, ataupun ilmunya semata, melainkan dari kesungguhan menjaga amanah yang telah Allah titipkan. "Mari kita melihat diri kita masing-masing. Jangan merasa aman dengan usia, ilmu, atau harta yang kita miliki. Justru semua itu akan dimintai pertanggungjawaban. Semoga Allah menjaga hati kita agar tetap rendah hati, rajin beribadah, dan mampu mengamalkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....