Siswi Kelas 3 SD Capai Puncak Gunung Bokong, Ayah Tanamkan Mental Pantang Menyerah
- 05 Jun 2026 14:13 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang — Di usia yang masih belia, Gabriella Kathlen Tasane, siswi kelas 3 SD Kristen Kalam Kudus Arief Margono Malang, berhasil mencapai puncak Gunung Bokong dengan ketinggian 1.746 meter di atas permukaan laut. Pendakian tersebut dilakukan bersama sang ayah, Leonard (36), sebagai bagian dari upaya mengenalkan pentingnya ketahanan fisik dan mental sejak dini.
Bagi sebagian anak seusianya, akhir pekan mungkin dihabiskan dengan bermain gawai atau menonton televisi. Namun Gabriella memilih menantang dirinya mendaki gunung yang membutuhkan tenaga, kesabaran, dan semangat pantang menyerah.
Dalam perjalanan menuju puncak, Gabriella beberapa kali harus berhenti untuk mengatur napas karena medan yang menanjak dan cukup menguras tenaga. Meski demikian, ia tetap berusaha melanjutkan perjalanan dengan semangat.
Di sepanjang jalur pendakian, Gabriella juga beberapa kali bertemu dengan pendaki lain yang memberikan dukungan dan semangat. Ucapan seperti “Ayo dek semangat ya, bisa kok, bentar lagi sampai atas” menjadi salah satu dorongan yang memotivasi dirinya untuk terus melangkah hingga puncak.
Selain keinginan melihat keindahan pemandangan dari puncak gunung, Gabriella juga mengaku tidak sabar untuk melihat satwa liar seperti monyet yang kerap dijumpai di kawasan tersebut. Pengalaman ini menjadi pendakian pertamanya di usia anak-anak.
Sementara itu, ibunda Gabriella sempat merasa khawatir karena ini merupakan pengalaman pertama putrinya mendaki gunung. Namun di tengah perjalanan, sang ibu terus memantau kondisi Gabriella melalui pesan WhatsApp, sambil memberikan doa dan dukungan hingga akhirnya sang anak berhasil mencapai puncak dengan selamat.
| Baca juga: Mendak Tirta Awali Rangkaian Yadnya Kasada |
Namun, kekhawatiran tersebut berubah menjadi kebanggaan ketika Gabriella membuktikan bahwa dirinya mampu menuntaskan pendakian hingga titik tertinggi.
Leonard mengatakan, tujuan utama mengajak putrinya mendaki bukan sekadar mencapai puncak, melainkan memberikan pengalaman hidup yang berharga.
"Saya ingin anak belajar bahwa untuk mencapai sesuatu diperlukan usaha, kesabaran, dan tidak mudah menyerah. Mendaki gunung mengajarkan itu semua," ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Gabriella sendiri mengaku senang dan bangga bisa menyelesaikan pendakian meski sempat merasa lelah di perjalanan.
“Memang capek, tapi saya tidak menyerah,” kata Gabriella dengan bangga setelah menyelesaikan pendakian.
Dari pengalaman pertamanya ini, Gabriella mengaku tertarik untuk kembali melakukan pendakian di lain waktu. Keberhasilannya menjadi contoh bahwa dengan pendampingan yang tepat, alam dapat menjadi ruang belajar yang efektif untuk membentuk generasi yang tangguh dan berkarakter.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....