Tak Semua Teman Harus Masuk Inner Circle, Ini Alasannya
- 03 Jun 2026 11:58 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Lingkungan pertemanan memiliki peran penting dalam membentuk karakter, harga diri, hingga kesehatan mental seseorang. Karena itu, anak muda perlu lebih bijak dalam memilih circle atau kelompok pergaulan yang mampu memberikan dukungan positif bagi perkembangan diri.
Hal tersebut disampaikan Mentor Castlerock Indonesia, Laura Citra Widianti, S.Psi dan Harvi Wahyu Putriadi, S.Psi, dalam program Mental Health Pro 2 Jaga Malam bersama Irene Nathasya.
Laura menjelaskan bahwa memfilter pergaulan bukan berarti bersikap sombong atau membatasi diri dari orang lain. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental karena setiap orang memiliki energi emosional yang terbatas.
"Memfilter pergaulan bukan berarti kita sombong. Ini adalah bentuk self-care karena energi emosional manusia terbatas, sehingga kita perlu memilih kepada siapa energi itu kita berikan," ujar Laura, Selasa (2/6/2026).
Ia menambahkan, salah satu tanda seseorang berada dalam lingkungan pertemanan yang kurang sehat adalah munculnya rasa lelah secara mental setelah berkumpul, merasa cemas, atau harus menjadi pribadi yang berbeda demi mendapatkan penerimaan dari kelompoknya.
Sementara itu, Harvi Wahyu Putriadi menjelaskan bahwa kebutuhan untuk memiliki kelompok pertemanan merupakan hal yang wajar. Namun, pengaruh kelompok dapat menjadi positif maupun negatif tergantung nilai yang berkembang di dalamnya.
"Ketika seseorang berada dalam kelompok yang sangat kuat, kontrol dirinya sering kali melemah. Mereka bisa melakukan sesuatu hanya demi dianggap solid oleh kelompoknya," kata Harvi.
Menurutnya, circle yang sehat adalah lingkungan yang memberikan rasa aman secara psikologis, sehingga setiap anggota dapat menyampaikan pendapat, berbagi pengalaman, bahkan mengakui kegagalan tanpa takut dihakimi atau dikucilkan.
Laura juga mengingatkan pentingnya membangun batasan diri dalam pertemanan. Dengan memiliki batasan yang jelas, seseorang dapat menjaga kenyamanan dan terhindar dari hubungan yang merugikan secara emosional.
Di sisi lain, Harvi menilai lingkungan pertemanan yang suportif dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri dan mendorong seseorang untuk berkembang menjadi versi terbaik dirinya.
"Tanda kita berada di circle yang tepat adalah ketika kita merasa aman menjadi diri sendiri, tidak perlu memakai topeng, dan justru terdorong untuk tumbuh menjadi versi terbaik dari diri kita," pungkasnya.
Keduanya sepakat bahwa memilih circle yang tepat bukan hanya soal kenyamanan dalam berteman, tetapi juga menjadi investasi penting bagi kesehatan mental, pembentukan karakter, dan masa depan anak muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....