Cinta Kasih Universal Jadi Kunci Memaafkan Menurut Ajaran Buddha
- 03 Jun 2026 12:02 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Pengembangan cinta kasih kepada semua makhluk menjadi kunci utama dalam praktik memaafkan menurut ajaran Buddha. Pesan tersebut disampaikan Ni Made Dhami Astri dalam program Mimbar Agama Buddha PRO 1 RRI Malang yang mengangkat tema “Memaafkan dalam Agama Buddha”.
Dalam pemaparannya, Ni Made Dhami Astri menjelaskan bahwa Sang Buddha mengajarkan umatnya untuk tidak menyimpan kebencian, melainkan mengembangkan kasih sayang tanpa membedakan siapa pun. Semangat ini lahir dari pemahaman bahwa seluruh makhluk hidup menginginkan kebahagiaan dan terbebas dari penderitaan.
“Sang Buddha mengajarkan pengembangan cinta kasih kepada semua makhluk tanpa terkecuali. Ketika cinta kasih tumbuh, maka rasa benci akan berangsur-angsur berkurang hingga akhirnya menghilang,” jelasnya, Selasa (2/6/2026)..
Ia menuturkan bahwa salah satu metode yang dianjurkan dalam Buddhisme untuk menumbuhkan cinta kasih adalah melalui meditasi. Dalam praktik tersebut, seseorang melatih pikirannya untuk memancarkan harapan baik, bahkan kepada orang-orang yang pernah menyakiti atau membencinya.
“Memang tidak mudah mengembangkan cinta kasih kepada orang yang membuat kita sakit hati. Tetapi melalui latihan yang terus-menerus, hati akan menjadi lebih lapang dan damai. Inilah yang diajarkan oleh Sang Buddha,” katanya.
Ni Made Dhami Astri menggambarkan cinta kasih yang ideal seperti kasih seorang ibu kepada anak tunggalnya. Seluruh perhatian, kepedulian, dan kasih sayang dicurahkan tanpa syarat. Semangat yang sama hendaknya dikembangkan kepada sesama manusia, makhluk hidup lainnya, bahkan kepada alam semesta.
Menurutnya, kehidupan yang damai akan lebih mudah terwujud apabila setiap orang mampu mengikis kebencian dalam dirinya. Ketika seseorang hidup dengan damai, maka ia akan lebih mudah memaafkan kesalahan orang lain maupun menerima keadaan yang tidak sesuai dengan harapannya.
Ia juga menjelaskan tiga alasan utama mengapa memaafkan sangat penting dalam agama Buddha. Pertama, memaafkan dapat menghilangkan penderitaan batin yang muncul akibat dendam dan kebencian. Kedua, memaafkan membantu menumbuhkan cinta kasih serta welas asih kepada sesama. Ketiga, memaafkan mencegah seseorang melakukan tindakan buruk yang dapat menimbulkan karma negatif.
“Penderitaan batin sering kali muncul karena kita menyimpan rasa marah dan dendam terlalu lama. Dengan memaafkan, hati menjadi lebih ringan, pikiran lebih tenang, dan kehidupan menjadi lebih bahagia,” ujarnya.
Di akhir siaran, Ni Made Dhami Astri mengajak umat Buddha dan masyarakat luas untuk terus mengembangkan cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, dunia yang damai hanya dapat terwujud apabila manusia belajar menghentikan kebencian dan menggantinya dengan kasih sayang, sebagaimana ajaran luhur Sang Buddha.
“Mari mengembangkan cinta kasih kepada semua makhluk hidup agar kita dapat hidup berdampingan dengan damai dan harmonis,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....