Lembutnya Sikap Selamatkan Rumah Tangga dari Kehancuran
- 15 Mei 2026 15:04 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Sebuah kisah tentang perubahan sikap dalam rumah tangga kembali menjadi perhatian masyarakat karena dinilai mengandung pesan moral yang kuat tentang pentingnya kelembutan, komunikasi, dan pengendalian emosi dalam kehidupan pasangan suami istri.
Cerita tersebut mengisahkan seorang istri yang hidup dalam rumah tangga penuh pertengkaran. Sang suami dikenal keras dan mudah marah, sementara istrinya menyimpan kekecewaan yang terus menumpuk hingga memicu konflik hampir setiap hari.
Dalam keputusasaan, sang istri mendatangi seorang penjual parfum tua dan meminta racun untuk membunuh suaminya secara perlahan. Namun, lelaki tua itu justru memberinya cairan yang disebut sebagai “racun” dengan syarat sang istri harus bersikap lembut, penuh perhatian, dan berbicara baik kepada suaminya selama 30 hari.
Perubahan sikap itu perlahan mengubah suasana rumah tangga mereka. Sang suami yang sebelumnya dingin mulai menunjukkan perhatian dan kelembutan. Pertengkaran pun berangsur hilang.
Sebelum 30 hari berlalu, sang istri kembali menemui penjual parfum tersebut sambil menangis dan meminta agar racun itu dihentikan karena ia tidak ingin kehilangan suaminya. Lelaki tua itu kemudian mengungkapkan bahwa cairan tersebut hanyalah campuran air dan madu.
Pengamat keluarga dan sosial, Ahmad Fauzi, menilai kisah tersebut mengandung pesan mendalam tentang pentingnya akhlak dan komunikasi dalam rumah tangga.
“Banyak rumah tangga rusak bukan karena hilangnya cinta, tetapi karena ucapan yang menyakitkan dan sikap yang keras setiap hari,” ujarnya kepada RRI dalam program Cahyaning Ati Pro 4 RRI Malang, Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, perhatian kecil, senyuman, dan tutur kata yang lembut dapat menjadi kunci terciptanya hubungan yang harmonis dan penuh ketenangan.
“Ketika salah satu pasangan mulai berubah menjadi lebih baik, sering kali pasangannya juga ikut berubah. Kehangatan dalam keluarga lahir dari sikap saling menghargai,” katanya.
Ia menambahkan bahwa setiap pasangan suami istri perlu membangun komunikasi sehat dan mengendalikan emosi agar rumah tangga tidak berubah menjadi tempat penuh tekanan.
Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa kasih sayang tidak selalu diwujudkan melalui hal besar, melainkan melalui perhatian sederhana yang dilakukan secara tulus setiap hari.
Semangat saling menghormati, kelembutan, dan pengendalian diri diharapkan mampu menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....