Merawat Kesucian Diri Perlu Keseimbangan Lahir dan Batin

  • 17 Mei 2026 17:18 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Tokoh budaya, Joko Setiono, S.T., M.MT., menegaskan manusia sejatinya dilahirkan dalam keadaan suci dan fitrah. Kesucian diri menurutnya perlu dirawat melalui keseimbangan antara kebersihan jasmani serta ketenangan batin dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam dialog budaya di RRI Malang, Joko Setiono menjelaskan tubuh manusia berasal dari unsur alam berupa tanah, air, api, dan udara. Keempat unsur tersebut menurutnya membentuk watak manusia melalui dorongan nafsu amarah, lawwamah, sufiyah, dan mutmainah yang saling memengaruhi.

"Dominasi salah satu unsur dapat memunculkan perilaku berlebihan seperti kemarahan, keserakahan, hingga tekanan batin berkepanjangan. Kondisi tersebut terjadi ketika manusia semakin jauh dari kesadaran spiritual dan kehilangan keseimbangan dalam mengendalikan diri," jelasnya saat dikonfirmasi pada Sabtu (16/5/2026).

Joko Setiono menilai kesucian lahir tidak cukup hanya dilakukan melalui ritual membersihkan tubuh secara fisik semata. Ia mencontohkan wudu dalam ajaran Islam harus disertai niat menjaga ucapan, pikiran, serta perilaku selama menjalani kehidupan.

Menurutnya, penyucian batin dalam budaya Jawa dilakukan melalui laku spiritual seperti semedi, introspeksi, serta sikap eling lan waspada. Nilai tersebut dipercaya membantu manusia lebih dekat kepada Tuhan sekaligus mengendalikan hawa nafsu dalam kehidupan sosial.

"Filosofi sedulur papat lima pancer menggambarkan keseimbangan empat unsur kehidupan yang dipusatkan kepada Sang Pencipta. Konsep tersebut menurutnya mengajarkan manusia agar selalu menjaga hubungan harmonis dengan alam, sesama manusia, serta Tuhan," ujarnya.

Joko Setiono menambahkan tradisi ruwatan bukan sekadar pertunjukan budaya, melainkan simbol membersihkan sifat buruk dalam diri manusia. Ia berharap generasi muda memahami makna spiritual ruwatan sebagai proses memperbaiki karakter dan membangun kesadaran hidup lebih baik.

Ia pun mengajak masyarakat menjaga keselarasan lahir dan batin agar hidup tidak mudah terombang-ambing persoalan dunia. Menurutnya, manusia yang mampu menjaga kebersihan hati akan lebih tenang, bijaksana, serta memiliki pedoman hidup jelas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....