Generasi Muda Hindu Berperan Menjaga Tradisi dan Nilai Dharma
- 07 Mei 2026 10:56 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Generasi muda Hindu memiliki peran penting menjaga tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman dan kemajuan teknologi modern. Tradisi Hindu mencakup upacara yadnya, nilai dharma, adat istiadat, serta ajaran kehidupan yang diwariskan turun-temurun.
Hal tersebut disampaikan narasumber Rubi Supriyanto, S.Ag., M.Si dalam acara Mimbar Hindu, Rabu (6/5/2026). Menurutnya, generasi muda Hindu harus mampu memahami tradisi sebagai identitas sekaligus pedoman menjalani kehidupan sehari-hari.
Rubi menjelaskan generasi muda Hindu merupakan pewaris utama ajaran dan tradisi luhur yang diwariskan para leluhur. Karena itu, generasi muda harus mau belajar memahami tata cara persembahyangan serta makna filosofis setiap pelaksanaan upacara.
“Generasi muda tidak cukup hanya menjalankan tradisi, tetapi juga memahami nilai suci yang terkandung di dalamnya,” ujarnya. Pemahaman tersebut dinilai penting agar tradisi Hindu tetap hidup dan relevan bagi kehidupan generasi muda masa kini.
Selain menjadi pewaris tradisi, generasi muda Hindu juga memiliki peran sebagai pelaku atau agent of action. Generasi muda diharapkan aktif mengikuti kegiatan keagamaan, sosial, dan adat dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
Keterlibatan tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan Sekaa Teruna Teruni maupun partisipasi aktif dalam pelaksanaan yadnya bersama masyarakat. Menurut Rubi, pengalaman langsung dalam kegiatan adat dan keagamaan akan memperkuat rasa memiliki terhadap tradisi Hindu.
Generasi muda Hindu juga diharapkan menjadi pengembang tradisi tanpa meninggalkan nilai dasar ajaran dharma yang diwariskan leluhur. Inovasi dapat dilakukan melalui pemanfaatan media sosial untuk menyebarkan edukasi mengenai budaya dan ajaran Hindu.
“Generasi muda dapat mendokumentasikan tradisi dan menyampaikan pesan dharma dengan cara kreatif sesuai perkembangan teknologi,” katanya. Langkah tersebut dinilai mampu memperkenalkan tradisi Hindu kepada masyarakat luas melalui pendekatan yang lebih modern.
Selain itu, generasi muda Hindu memiliki tanggung jawab menjaga nilai Tri Hita Karana, Tat Twam Asi, dan Ahimsa. Nilai tersebut mengajarkan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan sekitar kehidupan.
Rubi menilai nilai dharma tidak hanya diwujudkan melalui ritual keagamaan, tetapi juga perilaku sehari-hari yang baik. Menurutnya, generasi muda Hindu harus mampu menunjukkan sikap saling menghormati, peduli, dan menjaga keharmonisan bersama.
Ia mengingatkan kurangnya kepedulian generasi muda terhadap tradisi dapat menyebabkan warisan leluhur perlahan mulai ditinggalkan. Rubi juga mengutip ajaran Hindu yang menyebut dharma akan melindungi mereka yang menjaga dan menjalankan dharma.
Dalam kesempatan tersebut, Rubi turut menyoroti tantangan generasi muda Hindu menghadapi perkembangan informasi dan teknologi digital saat ini. Kemudahan akses informasi dinilai dapat memengaruhi minat generasi muda mengikuti kegiatan keagamaan dan pelestarian tradisi.
Selain itu, masih terdapat anggapan bahwa tradisi Hindu bersifat rumit dan kurang sesuai perkembangan kehidupan modern masyarakat. Karena itu, diperlukan pemahaman filosofis yang tepat agar generasi muda memahami makna setiap tradisi yang dijalankan.
Peran keluarga dan lingkungan dinilai sangat penting membentuk karakter generasi muda Hindu sejak usia dini melalui pendidikan agama. Orang tua diharapkan mampu menanamkan nilai dharma agar generasi muda memiliki pemahaman spiritual yang kuat.
Tokoh masyarakat juga diharapkan menjadi teladan melalui pembinaan kegiatan keagamaan dan pelestarian budaya Hindu di lingkungan sekitar. Kegiatan seperti Sekaa Pesantian dan dharma wacana dinilai mampu meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap ajaran Hindu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....