Hati Bercahaya Menjadi Kunci Utama Hidup Tenang

  • 06 Mei 2026 15:32 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - RRI.CO.ID, Malang- Hati yang bercahaya dimaknai sebagai kondisi batin yang bersih, penuh keimanan, dan senantiasa terhubung dengan Allah SWT. Dari hati yang demikian, lahir ketenangan, kesabaran, serta kemampuan menghadapi berbagai persoalan hidup tanpa kegelisahan berlebihan. Ketika hati dipenuhi cahaya iman, seseorang tidak mudah goyah oleh tekanan dunia, karena meyakini setiap peristiwa memiliki makna dan jalan keluar dari Allah SWT.

Dalam kajian Islami Cahyaning Ati di Pro 4 RRI Malang, Rabu (6/5/2026), Ustaz Akhmad Fakhrur Rouzi, S.HI., S.H. menjelaskan bahwa kehidupan modern dengan segala tuntutan dan arus informasi yang cepat seringkali membuat manusia mengalami kelelahan hati. “Banyak orang terlihat baik-baik saja, tetapi sebenarnya hatinya lelah dan penuh kegelisahan,” ungkapnya.

Ia mengawali pemaparan dengan mengutip sabda Nabi Muhammad SAW tentang pentingnya hati sebagai pusat kendali kehidupan manusia. “Di dalam tubuh ada segumpal daging, jika ia baik maka baiklah seluruh tubuh, dan itulah hati. Artinya, sumber utama masalah hidup itu sebenarnya dari hati,” jelasnya.

Menurutnya, hati yang bercahaya adalah hati yang selalu mengingat Allah dalam segala kondisi. “Hati yang hidup itu adalah hati yang dekat dengan Allah, yang selalu berdzikir baik dalam keadaan lapang maupun sempit,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keimanan menjadi fondasi utama ketenangan. “Ketika seseorang yakin bahwa semua yang terjadi adalah izin Allah, maka ia akan lebih tenang. Bahkan ujian pun diyakini sudah disertai solusi,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya membersihkan hati dari sifat iri dan dengki. “Hati yang bercahaya tidak akan iri melihat keberhasilan orang lain. Justru itu menjadi motivasi untuk memperbaiki diri,” tambahnya.

Tanda-tanda hati yang bercahaya, menurutnya, terlihat dari sikap yang mudah menerima kebenaran, tenang saat menghadapi ujian, serta ringan dalam beribadah. “Ibadah itu dilakukan dengan ikhlas, bukan karena terpaksa atau merasa terbebani,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa hati dapat menjadi gelap apabila tidak dijaga. “Terlalu mencintai dunia, lalai berdzikir, dan meremehkan dosa kecil bisa membuat hati menjadi keras,” tegasnya.

Sebagai penutup, ia menyampaikan langkah-langkah untuk menjaga cahaya hati. “Perbanyak dzikir, baca dan tadabburi Al-Qur’an, jaga sholat tepat waktu, dan berkumpul dengan orang-orang saleh. Jangan lupa taubat, karena di situlah hati dibersihkan,” pungkasnya. (Mey)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....