Mengolah Bath Salt Bernilai Ekonomi Tinggi
- 16 Apr 2026 09:07 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Pemerintah provinsi Jawa Timur melalui UPT Rehabilitasi Bina Netra Malang terus memperkuat pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas netra. Salah satunya melalui kelas usaha bersama (KURMA) pembelajaran yangg di lakukan pada hari Rabu (15/4/2026) dengan fokus pembuatan bath salt.
Kegiatan kurma ini menjadi bagian strategi bagi UPT RSBN Malang dalam mendorong perekonomian penerima manfaat (PM), sekaligus mendukung penguatan umkm bagi disabilitas khususnya netra, produk garam bath salt ini di pilih karena memiliki nilai jual dan peluang pasar yg sangat luas.
Selama pembuatan bath salt para penerima manfaat mengikuti seluruh tahapan secara langsung, mulai pengenalan bahan baku, teknik pencampuran bahan baku, cara mengemas dan menimbang dan cara pemasaran produk bath salt di dampingi instruktur keterampilan, guna proses berjalan dengan aman dan sesuai standart.
Kepala UPT RSBN Malang, Anantya Wulandari, S.Sos, M.Si menyampaikan bahwa kurma ini merupakan program dalam menyiapkan penerima manfaat agar memiliki bekal keterampilan usaha yang berkelanjutan.
“Melalui kelas usaha bersama (KURMA) ini, kami ingin penerima manfaat tidak hanya menjalani program rehabilitasi sosial, tetapi juga memiliki keterampilan usaha yang mampu menunjang kemandirian ekonomi mereka, produk garam bath salt ini kami dorong menjadi UMKM disabilitas unggulan bagi UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Malang. Ujar Anantya Wulandari, S.Sos, M.Si, Kamis (16/4/2026).

Untuk diketahui, pemberdayaan ekonomi merupakan bagian penting bagi layanan rehabilitasi sosial yang holistik, sejalan dengan upaya pemerintah provinsi jawa timur yang menciptakan kesejahteraan sosial yang inklusif. Melalui pelaksanaan KURMA secara berkelanjutan UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Malang terus menghadirkan program pemberdayaan yang adaptif, produktif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup penerima manfaat dalam membangun UMKM disabilitas yang mandiri dan berdaya saing.
Hal ini menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya dan berdaya. Dari butiran garam yang sederhana, lahir produk bernilai ekonomi tinggi yang membawa harapan baru bagi para penerima manfaat. Ke depan, UPT RSBN Malang berkomitmen terus mendorong lahirnya pelaku usaha disabilitas yang tangguh, kreatif, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Melalui langkah kecil yang konsisten, KURMA tidak hanya menciptakan produk, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri, membuka peluang, dan menghadirkan masa depan yang lebih mandiri serta inklusif bagi penyandang disabilitas netra.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....