Solusi Budidaya untuk Masa Depan Nelayan Kabupaten Pasuruan

  • 06 Apr 2026 14:40 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang- Sebagai langkah antisipasi terhadap ketidakpastian hasil tangkapan di laut akibat perubahan iklim, HNSI Kabupaten Pasuruan mulai mendorong nelayan untuk melirik sektor budidaya sebagai pekerjaan tambahan. Program diversifikasi ini diharapkan dapat menjadi jaring pengaman ekonomi saat cuaca ekstrem melanda dan nelayan tidak bisa pergi melaut. Muslimin menjelaskan bahwa pelatihan-pelatihan melalui Kelompok Usaha Bersama (KUB) telah diarahkan pada budidaya komoditas bernilai jual tinggi seperti kepiting dan lele.

Meskipun solusi ini telah ditawarkan secara masif, Muslimin mengakui adanya kendala budaya di mana nelayan terbiasa dengan hasil instan dari laut daripada harus menunggu proses panen budidaya. Pola pikir "berburu" di laut yang sudah mendarah daging membuat masa tunggu dalam budidaya dirasa terlalu membosankan bagi sebagian besar nelayan tradisional. "Pelatihan sudah sering dilakukan, kami beri solusi pekerjaan tambahan seperti budidaya kepiting atau lele di rumah, tapi dari nelayan kadang merasa prosesnya terlalu lama dibandingkan menangkap langsung," jelasnya.

Namun demikian, HNSI terus memberikan edukasi bahwa ketergantungan sepenuhnya pada laut lepas sangat berisiko di tengah kondisi iklim global yang kian tidak menentu. Beberapa desa nelayan di Kecamatan Lekok kini mulai menunjukkan ketertarikan pada konsep budidaya seiring dengan bantuan infrastruktur yang mulai masuk ke wilayah mereka. Muslimin menekankan bahwa dukungan pemerintah dalam menyediakan bibit dan pakan sangat krusial untuk memotivasi lebih banyak nelayan agar mau beralih ke sektor budidaya yang lebih terukur hasilnya.

Di masa depan, kemandirian nelayan melalui budidaya diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan di wilayah pesisir Pasuruan. Dengan adanya dukungan alat tangkap yang legal dari pihak terkait dan kesadaran masyarakat yang mulai tumbuh, transisi ini diharapkan bisa berjalan lebih cepat. "Harapannya pihak terkait men-support alat-alat yang dilarang agar diganti dengan jaring yang benar, dan masyarakat sudah mulai sadar untuk beralih ke budidaya demi kesejahteraan yang lebih stabil," tutup Muslimin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....