Pesan Silaturahmi dalam Tausyiah Mutiara Pagi RRI Malang
- 15 Apr 2026 07:05 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Suasana pagi yang tenang terasa semakin bermakna melalui siaran Tausyiah Mutiara Pagi di RRI Malang. Mengangkat tema tentang pentingnya silaturahmi dalam keluarga, Ustadzah Hj. Dra. Rukmini Amar, M.Ap mengajak pendengar untuk kembali menata hubungan paling mendasar dalam kehidupan yaitu keluarga.
Dalam pembukaannya, ia mengingatkan bahwa seluruh nikmat yang dimiliki manusia sejatinya berasal dari Allah SWT.
“Alhamdulillah, semua nikmat yang diberikan itu datang dari Allah. Maka mudah-mudahan kita menjadi hamba yang bersyukur, bukan kufur nikmat,” ujarnya, Rabu (15/4/2026)
Ia kemudian merujuk pada QS An-Nisa ayat 1 sebagai landasan utama pentingnya menjaga hubungan kekerabatan. Ayat tersebut menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari satu pasangan, lalu berkembang menjadi banyak laki-laki dan perempuan. Dari sinilah, menurutnya, lahir kewajiban untuk menjaga silaturahmi sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bentuk konkret silaturahmi dijelaskan dalam QS An-Nisa ayat 36. Dalam ayat tersebut, manusia diperintahkan untuk beribadah kepada Allah tanpa menyekutukan-Nya, serta berbuat baik kepada orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, hingga tetangga.
“Islam itu sudah sangat jelas. Kebaikan itu dimulai dari keluarga. Orang tua menjadi prioritas utama, kemudian anak, saudara, dan seterusnya,” tuturnya.
Menurutnya, konsep ihsan dalam Islam bukan sekadar berbuat baik, tetapi juga memahami skala prioritas. Ia menyoroti fenomena di masyarakat di mana seseorang tampak peduli pada orang lain, tetapi justru mengabaikan keluarganya sendiri.
“Banyak orang baik kepada orang lain, tapi tidak mengurus keluarganya. Ini yang perlu kita luruskan. Jangan sampai orang lain lebih kita perhatikan daripada keluarga kita sendiri,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan sabda Rasulullah SAW tentang pentingnya menjaga silaturahmi.
“Rasulullah menganjurkan kita untuk mempelajari nasab, agar kita bisa menyambung tali silaturahmi. Karena dari situ akan lahir kasih sayang, rezeki dilapangkan, dan umur diberkahi,” jelasnya.
Di akhir tausyiah, ia menekankan bahwa silaturahmi bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Silaturahmi itu bukan hanya datang saat Lebaran. Tapi bagaimana kita saling mengenal, saling peduli, dan saling mendoakan setiap waktu,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....