3 Sumber Kesalahan Manusia dan Cara Bertaubat
- 14 Apr 2026 06:46 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Manusia tidak pernah luput dari kesalahan dan dosa dalam kehidupannya. Dalam pandangan Islam, hal ini merupakan bagian dari fitrah manusia yang diciptakan berada di antara malaikat dan setan. Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Drs. H. Moh. Rosyad, M.Si dalam tausiyahnya bersama RRI Malang yang menjelaskan bahwa manusia memiliki potensi untuk menjadi sangat baik, bahkan melebihi malaikat, namun juga bisa terjerumus pada keburukan yang lebih rendah dari setan.
Menurut beliau, terdapat tiga sumber utama yang menyebabkan manusia berbuat dosa, yaitu nafsu, hati, dan sifat lupa. “Nafsu itu kecenderungan kuat terhadap sesuatu yang disukai. Jika tidak dikendalikan dengan aturan syariat, maka manusia bisa menghalalkan segala cara untuk mencapainya,” ujar Ustadz Moh. Rosyad pada Selasa (14/4/2026). Ia menekankan bahwa nafsu cenderung mendorong manusia pada keburukan sehingga harus dikendalikan dengan kesungguhan dalam menaati perintah Allah.
Selain nafsu, hati juga menjadi faktor penting dalam menentukan perilaku manusia. Ia mengutip hadis yang menyebutkan adanya segumpal daging dalam tubuh yang menentukan baik buruknya seseorang. “Jika hati itu baik, maka seluruh tubuh akan baik. Namun jika hati itu rusak, maka perilaku dan ucapan juga akan rusak,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa hati manusia bersifat tidak tetap, sehingga seringkali menjadi sumber ketidakkonsistenan dalam beribadah dan berperilaku.
Faktor ketiga adalah sifat lupa yang memang telah menjadi bagian dari penciptaan manusia. Menurutnya, lupa memiliki sisi positif dan negatif. “Lupa bisa menjadi kebaikan ketika kita melupakan kesalahan orang lain, tetapi menjadi keburukan ketika kita lupa terhadap kewajiban kepada Allah,” ungkapnya. Oleh karena itu, manusia membutuhkan pengingat seperti dzikir dan ilmu agar tetap berada di jalan yang benar.
Lebih lanjut, Ustadz Moh. Rosyad menjelaskan bahwa ketiga hal tersebut merupakan potensi yang diberikan Allah dan bukanlah kesalahan selama mampu dikendalikan. Namun, manusia tetap dituntut untuk segera kembali kepada Allah ketika melakukan dosa. “Bertobatlah kepada Allah, perbanyak istighfar, dengarkan tausiyah, dan perkuat ibadah seperti sholat dan puasa. Itu semua menjadi jalan untuk membersihkan dosa,” tuturnya.
Ia pun menegaskan bahwa Allah Maha Pengampun dan selalu membuka pintu taubat bagi hamba-Nya. Dengan kesungguhan dalam menahan hawa nafsu, menjaga hati, serta mengingat Allah, manusia diharapkan mampu menjalani kehidupan yang lebih baik dan terhindar dari perbuatan dosa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....