Pengangguran Lulusan Muda Perlu Solusi Kolaboratif

  • 01 Apr 2026 10:14 WIB
  •  Malang
Poin Utama
  • Banyaknya perguruan tinggi di Kota Malang menghasilkan lulusan setiap tahun yang tidak seluruhnya terserap pasar kerja, sehingga meningkatkan tingkat pengangguran terbuka.
  • Penanganan pengangguran membutuhkan kolaborasi lintas OPD melalui program seperti job fair rutin dan pelatihan keterampilan agar lulusan sesuai dengan kebutuhan industri.
  • Diperlukan koordinasi lebih kuat antara pemerintah kota, provinsi, dan pusat, serta pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif untuk membuka peluang kerja dan mendorong kewirausahaan.

RRI.CO.ID, Malang - Tingkat pengangguran terbuka di Kota Malang masih menjadi perhatian, terutama bagi lulusan muda yang baru menyelesaikan pendidikan tinggi. Kondisi ini tidak lepas dari banyaknya perguruan tinggi yang menghasilkan lulusan setiap tahun dan memilih tetap tinggal di kota.

Banyaknya kampus dan universitas di Kota Malang menjadi faktor meningkatnya jumlah pencari kerja dari kalangan sarjana setiap tahunnya. Hal ini membuat angka pengangguran terbuka terlihat tinggi karena tidak semua lulusan terserap langsung ke dunia kerja yang tersedia.

“Untuk mengatasi persoalan ini, diperlukan kebijakan yang lebih terarah dan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah secara terpadu. Sinergi antar OPD seperti Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Tenaga Kerja, serta instansi terkait lainnya menjadi kunci utama. Langkah konkret yang dapat dilakukan antara lain melalui penyelenggaraan job fair secara rutin guna mempertemukan pencari kerja dengan dunia industri. Selain itu, pelatihan keterampilan juga perlu ditingkatkan agar lulusan muda memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” ujar H. Bayu Rekso Aji, A.Md.: Ketua Komisi B (Bidang Perekonomian dan Keuangan) DPRD Kota Malang, dalam Malang Menyapa, Selasa (31/03/2026).

Tidak hanya di tingkat kota, kolaborasi juga perlu diperluas hingga ke pemerintah provinsi dan pemerintah pusat secara berkelanjutan. Sinergi lintas level pemerintahan ini penting agar program penanganan pengangguran dapat berjalan lebih efektif dan terarah.

Peran Balai Latihan Kerja yang berada di bawah pemerintah provinsi maupun pusat juga perlu dimaksimalkan dalam mendukung peningkatan keterampilan tenaga kerja. Dengan pelatihan yang tepat, lulusan muda diharapkan mampu bersaing dan lebih siap memasuki dunia kerja yang kompetitif.

“Saat ini kolaborasi antara pemerintah kota, provinsi, dan pusat dinilai masih belum berjalan secara optimal dalam penanganan pengangguran. Hal ini menjadi catatan penting agar ke depan koordinasi dapat diperkuat demi hasil yang lebih maksimal,” ungkapnya.

Upaya mengurangi pengangguran juga perlu dibarengi dengan penciptaan lapangan kerja baru melalui penguatan sektor UMKM dan ekonomi kreatif. Dengan demikian, lulusan muda tidak hanya bergantung pada sektor formal tetapi juga memiliki peluang berwirausaha.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....