Komunikasi Warga Jaga Harmoni di tengah Perbedaan
- 20 Mar 2026 13:59 WIB
- Malang
Poin Utama
- komunikasi antarwarga dan tokoh masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi momen sensitif seperti hari besar keagamaan
RRI.CO.ID, Malang - Kerukunan antarumat beragama di Dusun Sawun, Desa Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang dinilai telah terbentuk secara alami sejak lama.
Ketua RT 03 setempat, Andik Samsul, mengatakan masyarakat tidak memerlukan ajakan khusus untuk menjaga keharmonisan karena kesadaran hidup bersama sudah tertanam sejak kecil.
“Di sini tanpa diajak pun kesadaran itu sudah ada, karena sejak kecil hidup dalam keberagaman,” ujarnya.
Menurut Andik, komunikasi antarwarga dan tokoh masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi momen sensitif seperti hari besar keagamaan. Ia mengaku selalu berkoordinasi dengan Ketua RW dan tokoh Hindu setempat untuk memastikan setiap kegiatan berjalan lancar.
Bentuk saling menghormati juga terlihat dalam kebiasaan sehari-hari, termasuk saat menghadiri undangan dari warga berbeda agama. Misalnya, tuan rumah yang beragama Hindu tidak memasak makanan yang diharamkan bagi tamu Muslim.
“Kalau diundang ke rumah warga Hindu biasanya tidak memasak babi. Itu bentuk saling menghormati,” katanya.
Ia mengakui perbedaan pendapat tetap ada dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, warga berupaya mencari persamaan agar tidak menimbulkan konflik.
“Perbedaan pasti ada, tetapi kita harus menemukan titik temu supaya tidak terjadi gesekan,” ujarnya.
Sebagai pemimpin lingkungan, Andik berharap semangat toleransi tersebut dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas. Ia menekankan pentingnya kerja sama dalam kebaikan meskipun terdapat perbedaan keyakinan.
“Kita harus mencari kesamaan agar bisa bekerja sama dalam kebaikan. Dalam Islam juga diajarkan bagimu agamamu dan bagiku agamaku,” katanya.
Menurutnya, sikap saling menghormati dan mendukung akan menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....