Shelter Pinky Malang, Berjuang Rawat Hewan Terlantar

  • 08 Mar 2026 17:44 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Di tengah hiruk pikuk kehidupan kota dan masih maraknya kasus penelantaran hewan, hadir secercah harapan dari sebuah rumah sederhana di Kota Malang. Di tempat itulah puluhan hewan tua dan terlantar menemukan kembali arti kasih sayang. Berawal dari mimpi masa kecil untuk memiliki panti jompo hewan, Novi Amalia kini mewujudkannya melalui Shelter Pinky, sebuah ruang aman bagi mereka yang kerap terabaikan.

Novi Amalia, pengelola shelter Pinky Malang bersama salah satu hewan yang dirawat (Foto: shelter Pinky)

Sebuah shelter atau panti jompo hewan bernama Pinky di kawasan Perumahan Taman Indah Soekarno Hatta No. 2, Jalan Candi Panggung, Kota Malang, dengan tulus ikhlas mereka terus berjuang merawat hewan - hewan terlantar di tengah keterbatasan biaya operasional.

Shelter yang nyaman ini dirintis secara pribadi oleh Novi dan siap menampung hewan - hewan tua, sakit, cacat, hingga korban penelantaran. Pelayanannya pun tertata rapi dan professional.

Shelter yang tersistem dengan baik dan bersih serta aman ini bukan berarti tanpa kendala, walau setiap bulan biaya operasional mencapai sekitar Rp 20.000.000 an. Namun dengan segala upaya, dirinya tidak pernah putus asa untuk tetap merawat makhluk ciptaan Tuhan ini.

Anggaran tersebut digunakan untuk pakan, vitamin harian, pemeriksaan dokter hewan dua kali seminggu, serta perawatan khusus bagi hewan berkebutuhan khusus.

“Banyak hewan datang pertama kali dalam kondisi sakit kulit atau gangguan sendi karena faktor usia. Mereka butuh perhatian ekstra, ini sudah menjadi tanggung jawab untuk kami” ujar Novi kepada www.rri.co.id, Minggu (8/3/2026).

Salah satu relawan shelter Pnky melakukan perawatan rutin agar sehat dan terjamin kebersihannya (Foto: shelter Pinky)

Dalam perawatan sehari - hari, hewan di Shelter diberi makan dua kali makanan utama dan satu kali camilan. Kandang dan lingkungan selalu rutin dibersihkan pagi dan sore. Vitamin diberikan setiap hari, mandi dilakukan seminggu sekali, serta obat kutu dan cacing diberikan setiap enam bulan. Hewan dengan kondisi cacat atau penyakit kulit mendapat perawatan khusus dua kali sehari.

Shelter Pinky di dukung enam relawan yang siap bertugas. Mereka juga mendapatkan fasilitas makan, tempat tinggal, dan uang saku. Hewan - hewan yang dirawat di shelter ada berbagai jenis hewan, semua berasal dari proses rescue dan dari pemilik yang sudah tidak mampu merawat atau dari hewan yang terlantar.

Sebagai pemilik, Novi mengaku bahwa shelter ini berawal dari usaha mandiri yang telah ia jalani selama 23 tahun. Namun dalam dua tahun terakhir, usahanya menurun drastis sehingga ia terpaksa membuka donasi untuk menutup biaya operasional shelter.

Shelter selama ini kadang menerima bantuan teman2 owner saja tetapi tidak rutin,akan tetapi shelter blm pernah menerima bantuan pemerintah juga swasta, karena belum pernah mengetahui prosedur pengajuan dukungan.

Beberapa hewan yang dirawat di Shelter Pinky mendapat kontrol penuh kesehatan dan pakan serta perawata nsecara rutin di shelter Pinky (Foto: shelter Pinky)

Selain perawatan, Shelter Pinky juga menerapkan prosedur ketat dalam adopsi. Calon adopter wajib memiliki tempat tinggal yang jelas, lingkungan yang mendukung, serta komitmen tidak memperjualbelikan hewan. Proses survei dan pengecekan ketat dilakukan guna mencegah penyalahgunaan dan perdagangan ilegal.

Dalam dua tahun terakhir, jumlah hewan yang dirawat meningkat. Ia menilai maraknya kasus penelantaran hewan di Malang biasanya dipicu kurangnya tanggung jawab pemilik.

“Saat kecil dan lucu disayang, tapi ketika tua dan sakit justru ditelantarkan,” tuturnya.

Shelter kini juga tengah berinovasi dengan membangun aviary sebagai sarana edukasi masyarakat kedepan, namun karena terkendala biaya maka rencana masih belum dapat dijalankan. Pinky, rencananya akan dilakukan renovasi. Terutama tempat untuk berteduh dan penampungan hewan -hewan agar lebih diperbarui dan lebih nyaman dan bisa menambah kapasitas lebih banyak.

Kondisi kandang shelter Pinky (Foto: shelter Pinky)

Meski menghadapi tantangan, pecinta hewan ini teguh berpegang pada cita- citanya sejak kecil untuk memiliki panti jompo hewan. Ia berharap ada dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, swasta dan masyarakat, agar kesejahteraan hewan terlantar semakin diperhatikan.

“Kita sama - sama makhluk ciptaan Tuhan. Jangan dibedakan, harus disayangi dengan layak dan sepenuh hati,” pungkasnya.

Novi berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk peduli terhadap kesejahteraan hewan, baik melalui donasi, relawan, maupun edukasi kepada masyarakat. Ia percaya, perubahan bisa dimulai dari kesadaran sederhana untuk bertanggung jawab atas hewan peliharaan hingga akhir hayatnya. Dengan dukungan bersama, Shelter Pinky berupaya dapat terus menjadi rumah aman bagi hewan - hewan terlantar yang membutuhkan kasih sayang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....