ITSK RS dr Soepraoen Perkuat Kampus Kesehatan Malang Berbagai Prodi S1 D3 Profesi
- 03 Jun 2026 14:01 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITSK) Rumah Sakit (RS) dr Soepraoen Malang terus memperkuat peran. Khusunya sebagai institusi pendidikan tinggi yang fokus ke pengembangan sumber daya manusia (SDM) bidang kesehatan dan sains terapan.
ITSK RS dr Soepraoen Malang menghadirkan berbagai program studi. Di antaranya mencakup jenjang diploma, sarjana, hingga profesi. Keberagaman program merupakan bentuk komitmen kampus menyiapkan lulusan siap menghadapi kebutuhan industri kesehatan masa depan.
Rektor ITSK RS dr Soepraoen Malang, Dr dr Sutrisno SH MARS MHKes FISQua menyatakan, keberagaman program studi yang dimiliki kampus menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan SDM bidang kesehatan, sains, dan teknologi yang terus berkembang.
Kampus kesehatan ini lebih dari menyiapkan lulusan yang unggul secara akademik. Mereka juga punya kompetensi profesional dan kesiapan menghadapi perubahan dunia kerja.
''Kami ingin setiap program studi di ITSK mampu menjadi ruang pengembangan kompetensi, inovasi, dan profesionalisme, sehingga lulusan memiliki daya saing serta mampu berkontribusi di bidang kesehatan dan teknologi,'' ujar Sutrisno, Rabu (3/6/2026).
Sebanyak tujuh Program Studi Sarjana Strata Satu (S1) ITSK RS dr Soepraoen Malang antara lain, Keperawatan, Fisioterapi, Farmasi Klinis dan Komunitas, Informatika, Kebidanan, Kedokteran Gigi, dan Terapan Keperawatan Anestesiologix.
Adapun empat pilihan Program Diploma Tiga (D3) yang tersedia meliputi Keperawatan, Akupunktur, Farmasi, serta Rekam Medis dan Informasi Kesehatan.
Sedangkan Program Profesi ITSK juga menyediakan lima pendidikan profesi sebagai jenjang lanjutan. Antara lain Ners, Bidan, Fisioterapis, Dokter Gigi, dan Apoteker.
Berkat dukungan ekosistem pendidikan berbasis rumah sakit tentara, mahasiswa memperoleh kesempatan belajar yang terintegrasi antara teori dan praktik lapangan.
Senada dengan Sutrisno, Wakil Rektor II ITSK RS dr Soepraoen Malang Dr Juliati Koesrini APer Pend MKPd menyampaikan, institusi terus memperkuat sarana prasarana, fasilitas pembelajaran, serta dukungan SDFM. Langkah tersebut guna menunjang proses pendidikan.
Juga praktik mahasiswa agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan teknologi kesehatan. Keberadaan program studi bidang kesehatan yang dipadukan dengan teknologi seperti Informatika juga menunjukkan arah pengembangan kampus menuju kebutuhan tiga hal.
Yakni, industri kesehatan digital, sistem informasi medis, hingga transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi. ''Mahasiswa ITSK tidak hanya belajar sesuai bidang keilmuan masing-masing, tetapi juga mendapatkan pembinaan karakter, penguatan organisasi, pengembangan soft skills,'' timpal Wakil Rektor III ITSK RS dr Soepraoen Malang Sartoyo SKes SSos MKes.
Dengan pengalaman praktik yang mendukung kesiapan kerja, kampus yang tersebar di empat lokasi di Malang itu berharap lulusannya memiliki kompetensi sekaligus kemampuan adaptasi saat memasuki dunia profesional.
Selain menghadirkan beragam program studi di bidang kesehatan dan teknologi, ITSK RS dr Soepraoen Malang juga menempatkan kesiapan lulusan sebagai salah satu fokus utama pendidikan.
Setiap bidang memiliki prospek karier yang luas. Mulai tenaga keperawatan, bidan, fisioterapis, farmasis, tenaga rekam medis, praktisi akupunktur, tenaga anestesiologi, hingga kebutuhan pada sektor kesehatan digital melalui program studi Informatika.
Wakil Rektor I ITSK dr Soepraoen Malang Dr Ardhiles Wahyu Kurniawan SKep Ners MKep menambahkan, mahasiswa ITSK tidak hanya memperoleh pembelajaran teoritis di dalam kelas. Namun juga mendapatkan pengalaman praktik lapangan dan pembelajaran berbasis dunia kerja yang mendekatkan mahasiswa dengan kondisi nyata di lapangan.
Penguatan kompetensi tersebut semakin diperkuat melalui pembekalan profesi dan sertifikasi. Terutama pada beberapa program studi. Sehingga lulusan memiliki nilai tambah saat memasuki dunia kerja.
Kehadiran sertifikat kompetensi dan pengalaman praktik menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing lulusan di tengah kebutuhan tenaga profesional yang terus berkembang.
Kondisi ini menjadikan ITSK RS dr Soepraoen Malang lebih dari menawarkan pilihan jurusan yang beragam. Namun juga menghadirkan peluang pengembangan karier yang lebih terbuka. Sehingga menjadi salah satu daya tarik bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan dengan orientasi kesiapan kerja dan profesionalisme.
''ITSK RS dr. Soepraoen Malang menempatkan diri tidak hanya sebagai kampus kesehatan, tetapi juga sebagai ruang pengembangan kompetensi profesional yang berorientasi pada kesiapan kerja, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat,'' imbuh Wakil Rektor IV Bidang Humas, Kerjasama, dan Penerimaan Mahasiswa Baru Amin Zakaria SKep Ners MKes.
Melalui empat hal antara lain, keberagaman program studi, dukungan praktik lapangan, penguatan kompetensi, serta pengembangan fasilitas pendidikan, mereka menyatakan komitmennya.
ITSK RS dr Soepraoen Malang yang dalam sejarah pernah mengelola lembaga pendidikan Sekolah Paramedis Juru Rawat sejak 1952 siap mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan siap menghadapi kebutuhan dunia kesehatan. Juga perkembangan teknologi di masa depan. (Nana)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....