Hari Kedua saat Langit Membuka Pintu Ampunan
- 20 Feb 2026 09:31 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Di hari kedua Ramadhan, Ustaz Nur Cholis dalam program Cahyaning Ati mengajak umat Islam menjadikan hari kedua Ramadhan sebagai momentum memperbaiki hati dan menjaga konsistensi ibadah, bukan sekadar menjalani rutinitas tahunan.
Nur Cholis membuka dengan sebuah kisah tentang dua sahabat yang mengalami pergesekan. Dalam luapan emosi, salah satu sahabat menampar temannya hingga menyisakan luka bukan hanya di pipi, tetapi juga di hati.
Namun sahabat yang ditampar tidak membalas. Ia menulis di atas pasir, “Hari ini sahabatku menamparku.” Ketika kemudian sahabat yang sama menolongnya saat terpeleset di sebuah oase, ia justru mengukir di atas batu, “Hari ini sahabatku menyelamatkan hidupku.”
"Pesan moralnya jelas: kesalahan orang lain sebaiknya ditulis di atas pasir agar hilang tertiup angin, sementara kebaikan diukir di atas batu agar tak mudah terhapus waktu," katanya pada Jumat (20/2/2026).
Menurut Ustaz Nur Cholis, Ramadhan adalah momentum untuk membersihkan hati dari dendam dan sakit hati. Ia mengutip firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 183 tentang kewajiban berpuasa bagi orang-orang beriman agar mencapai derajat takwa.
Takwa, katanya, lahir dari konsistensi. Hari pertama Ramadhan mungkin penuh semangat, namun hari kedua dan seterusnya adalah ujian istiqamah. Yang dimaksud apakah kita mampu mempertahankan kualitas ibadah di hari-hari berikutnya.
Beliau juga menekankan bahwa puasa bukan hanya menahan diri dari hal-hal yang membatalkan secara lahiriah, tetapi juga menjaga lisan, mengendalikan emosi, serta membersihkan hati dari kebencian (sebagai perisai). Seseorang bisa saja secara fisik menahan lapar dan dahaga, namun jika lisannya masih melukai dan hatinya menyimpan dendam, maka nilai puasanya menjadi berkurang.
"Dalam Surat Al-Baqarah ayat 186, Allah membuka kesempatan bagi hamba-Nya untuk mendekat dan berdoa, menunjukkan bahwa Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta," ujarnya.
Lebih lanjut, Ustaz Nur Cholis mengingatkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa siapa yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. Oleh karena itu, hari kedua Ramadhan menjadi saat yang tepat untuk menata niat, melepaskan beban lama, memaafkan, dan memperkuat keikhlasan.
"Bukan sekadar mengejar ganjaran, tetapi membangun kualitas hati yang lebih bersih dan istiqamah dalam kebaikan," katanya.
Di akhir kajian, beliau mengajak umat Islam menyambut bulan suci ini dengan hati yang lapang dan niat yang tulus, seraya berharap Allah menjadikan kita hamba-hamba yang konsisten dalam ibadah serta mendapatkan ampunan-Nya.(Mey)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....