Sambut Ramadhan dengan Kesungguhan, Minimal Jadi Golongan Ketiga

  • 19 Feb 2026 16:36 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam diingatkan untuk tidak menjalaninya secara biasa saja. Hal tersebut disampaikan Ustaz Amsiyono dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Malang, Kamis (19/2/2026).

Dalam tausiyahnya, Ustaz Amsiyono mengutip sebuah makna hadits yang menyebutkan bahwa seandainya umat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam mengetahui rahasia dan keutamaan di balik bulan Ramadhan, niscaya mereka akan berharap sepanjang tahun adalah Ramadhan.

“Bahkan ada riwayat yang menyebutkan, barang siapa bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan, maka Allah mengharamkan api neraka menyentuh jasadnya,” ujar Ustaz Amsiyono.

Ia menjelaskan, terdapat empat tipe manusia dalam menyikapi datangnya bulan Ramadhan. Pertama, mereka yang menganggap Ramadhan sebagai bulan yang biasa saja.

Kedua, mereka yang bersikap skeptis dan ragu.

Ketiga, mereka yang serius dan bersungguh-sungguh, dengan tekad memperbaiki kualitas puasa dan ibadah.

Keempat, mereka yang mempuasakan seluruh hati dan tubuhnya, atau yang dikenal sebagai puasa istimewa.

“Kalau belum mampu mencapai yang keempat, minimal targetkan diri kita masuk golongan ketiga,” tegasnya.

Menurutnya, langkah awal untuk mencapai kesungguhan dalam berpuasa adalah meluruskan niat. Ia mencontohkan para sufi dan pelaku tasawuf yang berpuasa bukan karena mengejar pahala, melainkan semata-mata menjalankan perintah Allah Subhanahu Wata'ala.

“Apa pun yang dilakukan di bulan Ramadhan, insyaallah akan terasa lebih mudah jika diniatkan karena Allah,” katanya.

Ustaz Amsiyono juga mengingatkan bahwa bulan Ramadhan adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Bahkan, ada pandangan ulama yang menyebutkan bahwa jika seseorang tidak dikabulkan doanya di bulan Ramadhan, maka yang perlu diperbaiki adalah kualitas puasa dan ibadahnya.

Untuk mencapai minimal golongan ketiga, ia menyarankan beberapa amalan utama, di antaranya memperbanyak istighfar, membaca Al-Qur’an, melakukan amal saleh, serta memperbanyak doa.

“Ramadhan adalah bulan pendidikan ruhani. Kalau kita masuk dengan niat yang benar dan usaha yang sungguh-sungguh, insyaallah perubahan itu nyata,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....