Sya'ban, Momen Penyucian Hati dan Evaluasi Diri
- 06 Feb 2026 17:35 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang: Ustaz Nurcholis, S.E. menyampaikan kajian bertema “Ketika Dosa Diampuni, Kecuali Dosa yang Disimpan di Hati” dalam program Kajian Keislaman Cahyaning Ati di Pro 4 RRI Malang, Jumat (6/2/2026). Kajian ini mengajak pendengar merenungi makna malam Nisfu Sya'ban sebagai momentum penyucian hati dan evaluasi diri menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Dalam pemaparannya, Ustaz Nurcholis menjelaskan bahwa malam Nisfu Sya'ban merupakan malam yang penuh makna dan perenungan. Di tengah hiruk pikuk kehidupan, malam ini menjadi ajakan untuk berhenti sejenak dan menyadari betapa rapuhnya manusia.
"Nisfu Sya'ban menghadirkan ketenangan batin serta menjadi kesempatan untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata'ala, terutama di saat kondisi kehidupan tidak selalu berjalan baik," ujarnya
Ia kemudian mengisahkan keteladanan Nabi Yunus Alaihissalam sebagai refleksi spiritual bagi umat manusia. Nabi Yunus, meski seorang utusan Allah, pernah merasakan keletihan dan meninggalkan kaumnya.
"Namun takdir Allah berjalan berbeda, Nabi Yunus diuji dengan cobaan berat hingga ditelan ikan besar dalam kegelapan laut," kisahnya.
Ia menambahkan, peristiwa itu menjadi simbol keterasingan manusia ketika terjebak dalam krisis. Dalam keadaan tersebut, Nabi Yunus tidak menyalahkan keadaan, melainkan mengakui kelemahan dirinya dan berserah penuh kepada Allah melalui doa, “La ilaha illa anta, subhanaka inni kuntu minadz-zhalimin.”
Doa Nabi Yunus tersebut, lanjut Ustaz Nurcholis, memiliki makna pengakuan iman, kejujuran terhadap diri sendiri, serta kesadaran akan kesalahan. Karena itu, doa ini dianjurkan untuk dibaca pada malam Nisfu Sya'an.
Lebih lanjut, Ustaz Nurcholis menguraikan bahwa meskipun malam Nisfu Sya'ban adalah malam dibukanya pintu ampunan, terdapat golongan-golongan yang terhalang dari ampunan Allah. Golongan pertama adalah orang yang melakukan syirik atau menyekutukan Allah, sebagaimana dijelaskan dalam Surah An-Nisa ayat 48. Selama seseorang menggantungkan harapan selain kepada Allah, maka ia tidak akan mendapatkan ampunan-Nya.
"Selain itu, orang yang bermusuhan dan menyimpan kebencian di dalam hati juga terhalang dari rahmat Allah. Menjelang Ramadan, umat Islam diajak untuk saling memaafkan, karena permusuhan dan dendam menjadi penghalang turunnya ampunan," urainya.
Golongan lain yang juga terhalang dari ampunan adalah orang yang gemar mengadu domba, memutus tali silaturahmi, bersikap sombong, durhaka kepada orang tua. Demikian juga pecandu minuman keras, serta pelaku pembunuhan yang belum bertaubat dengan sungguh-sungguh.
Menutup kajiannya, Ustaz Nurcholis menegaskan bahwa Nisfu Sya'ban adalah kesempatan besar untuk memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Ia mengajak umat Islam membersihkan hati dari dosa batin, karena dosa yang disimpan di hati dapat menjadi penghalang ampunan, meskipun pintu rahmat Allah terbuka lebar.(Mey)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....