Mengenal Kembali "Suara" Radio di RRI
- 04 Feb 2026 09:49 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Di tengah gempuran layar sentuh dan algoritma media sosial, sekelompok 67 siswa TK di dampingi 15 Guru dari Children Smart School Brawijaya, Rabu 4 Februari 2026, melakukan perjalanan edukatif yang unik. Mereka tidak sedang memandangi smartphone, melainkan berkunjung ke jantung penyiaran Indonesia: Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI).
Kunjungan ini bukan sekadar jalan-jalan biasa. Dengan tema "Mengenal Alat Komunikasi Elektronik", para siswa diajak untuk bernostalgia sekaligus belajar tentang teknologi yang telah menyatukan bangsa selama puluhan tahun.
Kepala Sekolah, Siti Halimah, S. Pd, menyampaikan bahwa tujuan utama kunjungan ini adalah memberikan pengalaman langsung (hands-on experience) kepada siswa.
"Kami ingin mengenalkan langsung kepada siswa tentang alat komunikasi elektronik, salah satunya adalah radio. Di era serba digital ini, penting bagi siswa untuk tahu akar teknologi komunikasi kita," ujar Siti Halimah.
Senada dengan hal tersebut, Farotama Fadilatur R, S. Pd, selaku guru kelas, menjelaskan bahwa ada tantangan tersendiri dalam mengajarkan sejarah alat komunikasi kepada generasi "Z" dan "Alpha".
Mungkin banyak dari siswa zaman sekarang yang lebih akrab dengan HP atau tab. Namun, radio memiliki sisi magis yang tidak dimiliki alat komunikasi modern lainnya. Melalui radio, siswa belajar tentang:
• Kekuatan Suara: Bagaimana informasi disampaikan tanpa visual namun tetap menarik.
• Teknologi Frekuensi: Memahami bahwa komunikasi tidak hanya soal internet.
• Disiplin Siaran: Melihat langsung proses kerja di balik layar ruang siaran.
Harapan Besar di Balik Layar Perak
Harapan dari kegiatan ini sangatlah jernih: agar siswa tidak hanya menjadi konsumen teknologi modern, tetapi juga menghargai sejarah.
"Harapan kami, siswa dapat mengenal langsung apa itu radio dan mengerti fungsinya. Mungkin siswa zaman sekarang tidak banyak yang mengenal radio karena sudah terbiasa dengan HP. Kami ingin mereka tahu bahwa radio adalah salah satu pilar komunikasi yang sangat hebat," pungkas Siti Halimah.
Dengan berakhirnya kunjungan ini, diharapkan para siswa pulang tidak hanya membawa foto-foto menarik, tetapi juga pemahaman baru bahwa jauh sebelum ada sinyal 5G, ada gelombang radio yang setia menemani telinga masyarakat Indonesia. (Dwi )
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....