Dari Malang, Siswa Nusantara Muda Berprestasi Menginspirasi
- 30 Jan 2026 17:50 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Tiga pelajar berprestasi asal Jawa Timur menunjukkan bahwa usia muda bukan penghalang untuk berkarya dan menginspirasi. Mereka adalah Rizki Maulana, Areta Rima, dan M Kendy Nung A yang tampil sebagai finalis Putra Putri Siswa Nusantara (PPSN), sebuah ajang pengembangan diri bagi pelajar SMP–SMA yang digagas Arbain Al Ashar.
Dalam program bertema “Dari Malang untuk Nusantara, Muda Berprestasi Muda Menginspirasi”, ketiganya berbagi pengalaman tentang proses belajar, keberanian keluar dari zona nyaman, hingga manfaat mengikuti PPSN.
Rizki Maulana, kelahiran 2011, dikenal aktif di bidang sains. Ia pernah mengikuti Olimpiade IPA di MTs Al Ma’arif 01 serta tergabung dalam Klub Riset sekolah. Bersama timnya, Rizki mengembangkan riset berjudul Pemanfaatan Limbah MBG menjadi Arang Aktif. Menurut Rizki, PPSN membantunya meningkatkan kepercayaan diri dan mental.
“Sebenernya ini keluar banget dari comfort zone aku, tapi aku bangga karena bisa menaklukkan hal yang aku takutin. Di PPSN aku dilatih public speaking, catwalk class, sampai personal branding. Jadi sekarang aku pengen jadi versi diri aku yang lebih baik,” ujarnya, Sabtu (31/1/2026).
Sementara itu, Areta Rima, wakil 3 PPSN kelahiran 2011, memiliki minat di bidang literasi dan public speaking. Ia pernah mengikuti lomba story telling di MTsN 7 Malang dan gemar membaca novel, salah satunya Bandung After Rain. Areta mengaku ajang PPSN membawa perubahan besar dalam dirinya.
“Aku diajarin public speaking, jadi mengubah zona nyamanku dari nggak biasa jadi terbiasa. Setelah ikut ajang ini aku jadi lebih dewasa, disiplin, dan bisa memberi dampak positif buat lingkungan sekitar,” katanya.
Finalis lainnya, M Kendy Nung A, pelajar asal Jombang kelahiran 2011, tercatat pernah mengikuti Porseni Jawa Timur pada Januari 2025. Kendy mengungkapkan bahwa meski menyukai berbicara di depan umum, ia masih kerap merasa kurang percaya diri. Namun melalui PPSN, ia mulai berani tampil dan menetapkan cita-cita besar.
“Sebenernya aku suka ngomong, tapi masih suka nggak pede. Ke depan aku pengen jadi pelatih atlet, dan juga pengen jadi TNI,” ujar Kendy.
Pendiri PPSN, Arbain Al Ashar, menjelaskan ajang ini lahir dari latar belakangnya sebagai duta budaya Kota Malang, Jawa Timur, hingga tingkat nasional. Melihat minimnya wadah pengembangan diri untuk pelajar SD hingga SMA, ia kemudian menggagas PPSN sebagai platform pembinaan karakter dan prestasi.
“Sekarang banyak ajang duta yang sudah jadi bisnis. Lewat PPSN, kami ingin mengembalikan esensi duta, yaitu jadi diri sendiri, tetap berprestasi, dan menginspirasi. Cantik dan ganteng itu relatif, yang penting anak-anak punya dampak positif,” jelas Arbain.
PPSN pertama kali digelar pada 2025 dan dilaksanakan secara virtual agar lebih fleksibel menjangkau peserta dari berbagai daerah. Selain public speaking, peserta juga mendapatkan pelatihan catwalk class dan personal branding.
Melalui PPSN, para siswa diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi muda yang percaya diri, berprestasi, serta siap membawa semangat positif dari daerah masing-masing untuk Nusantara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....