Menjaga Kesadaran di Tengah Tidur
- 24 Jan 2026 18:44 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang: Program Cahyaning Ati di Pro 4 RRI Malang pada Sabtu, (24/1/2026), menghadirkan Ustaz Dedi N. Abdullah Tillu, M.PdI, membahas tema "Menjaga Kesadaran di Tengah Tidur.” Ustadz Dedi mengupas kesadaran hidup melalui peristiwa Isra Mi’raj serta refleksi atas singkatnya kehidupan manusia di dunia.
Menurutnya saat ini telah memasuki tanggal 5 Syaban atau bulan Ruwah dalam tradisi Jawa, yang dikenal sebagai bulan ziarah makam leluhur. Menurutnya, tradisi tersebut memiliki keterkaitan dengan peringatan Isra Mi’raj, bukan sekadar sebagai cerita yang diulang setiap tahun, melainkan sebagai momentum untuk mengambil hikmah, salah satunya pentingnya sikap tabayun dan kehati-hatian dalam mengambil keputusan hidup.
"Saat itu ada peristiwa simbolik dalam Isra Mi’raj ketika Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam diberi pilihan antara khamar dan susu, lalu memilih susu," kisahnya.
Pilihan tersebut, menurutnya, mengandung pesan bahwa setiap pilihan hidup manusia memiliki konsekuensi dan pertanggungjawaban. Ia juga mengingatkan bahwa kehati-hatian dan kejernihan akal menjadi kunci dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Lebih lanjut, ia mengulas peristiwa Isra Mi’raj yang berlangsung sangat singkat secara waktu, namun sarat dengan pengalaman luar biasa. Rasulullah, meski hanya dalam hitungan detik atau menit, mampu menembus dimensi ruang dan waktu hingga menyaksikan surga dan neraka yang telah berisi.
"Hal ini menunjukkan bahwa ajaran Islam tidak hanya dapat dipahami secara iman, tetapi juga selaras dengan akal dan ilmu pengetahuan. Tidak ada agama bagi orang yang tidak menggunakan akalnya,” tegasnya.
Dari peristiwa tersebut, Ustaz Dedi mengajak pendengar untuk merenungi betapa singkatnya kehidupan dunia. Ia mengutip pandangan Sayidina Ali yang menyatakan bahwa manusia sejatinya sedang “tidur”, dan baru akan terbangun ketika meninggal dunia.
"Kehidupan di dunia diibaratkan mimpi, dengan peran dan pengalaman yang beragam, ada yang indah dan ada pula yang menakutkan," katanya.
Sebagai penegasan, ia juga mengaitkan makna tersebut dengan Surah Al-Mu’minun ayat 14–16 yang menggambarkan proses penciptaan manusia, kematian, dan kebangkitan, tanpa menyebutkan secara eksplisit kehidupan dunia karena singkatnya fase tersebut. Melalui kajian ini, Ustaz Dedi mengajak pendengar Cahyaning Ati untuk senantiasa menjaga kesadaran, merasa selalu dekat dengan Allah Subhanahu Wata'ala, dan memaknai setiap detik kehidupan sebagai perjalanan Isra dan Mi’raj spiritual yang berlangsung setiap hari.(Mey)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....