Kawal Digitalisasi Radio, RRI Malang Salurkan Radio DAB+

  • 12 Nov 2025 06:58 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang: Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Malang mendapat kepercayaan dari pusat. Yakni mendistribusikan 110 unit Radio Digital Audio Broadcasting (DAB+) ke berbagai lembaga terkait.

Program penyerahan 360 unit Radio DAB+ maupun 181 unit Digital Radio Mondiale (DRM) merupakan salah satu program Direktorat Teknologi dan Media Baru (TMB) LPP RRI Pusat.

Dari berbagai RRI yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia, RRI Malang merupakan satu dari total lima stasiun yang diapresiasi pusat dalam upaya digitalisasi siaran radio.

Selebihnya RRI Semarang, RRI Yogyakarta, RRI Gunung Sitoli, dan RRI Bengkulu. Adapun 110 unit Radio DAB+ melalui RRI Malang dibagikan ke sejumlah penerima secara bergelombang dalam beberapa pekan.

Antara lain, lembaga eksekutif satuan kerja perangkat daerah pemerintah kabupaten/kota dan lembaga legislatif DPRD, instansi mitra penyiaran publik lokal, media radio swasta terkait, dan masyarakat pendengar setia RRI.

Penerima di antaranya lima kecamatan di Kota Malang hingga ke kelurahan-kelurahannya. Lima kecamatan itu antara lain Lowokwaru, Blimbing, Klojen, Sukun, dan Kedungkandang.

Dalam kesempatan penyerahan Radio DAB+ ke Kecamatan Blimbing oleh Humas RRI Malang Anandia Novirika diterima langsung oleh Camat Blimbing I. K. Widi Eika Wirawan SSos MM.

"Kami menyampaikan terima kasih. Semoga langkah dalam digitalisasi siaran radio di wilayah Blimbing ini memberi manfaat buat masyarakat kami," ujar Widi, sapaan akrab camat, Selasa (11/11/2025).

Sama halnya di empat kecamatan hingga beberapa kelurahan, penyerahan Radio DAB+ mendapat respon konstruktif. Intinya eksistensi digitalisasi siaran radio mendukung pelayanan administrasi terpadu.

Dalam kesempatan Direktorat TMB LPP RRI Pusat sebelumnya, Direktur TMB RRI Muhammad Sujai mengungkapkan sejumlah keunggulan radio digital. Di antaranya satu frekuensi yang dapat diisi sampai 16 program radio hingga output suara yang lebih jernih.

Dalam konteks kekinian, penggunaan Radio DAB+ maupun DRM dapat dimanfaatkan untuk siaran kebencanaan. Yakni dalam bentuk early warning system (EWS) atau peringatan dini bencana.

EWS dapat diaktifkan sebagai peringatan dini bencana. Saat EWS dinyalakan, maka program yang sedang berjalan akan terhenti sementara. Selain itu, penyiaran informasi terutama prakiraan cuaca menjadi lebih masif.

Geografis Malang Raya mayoritas berada di lembah atau dataran tinggi yang dikepung Pegunungan Bromo Tengger Semeru, Gunung Arjuno-Welirang, dan deretan Pegunungan Kawi berpotensi berbagai macam bencana.

Begitu pula dengan daerah di pesisir selatan Jawa Timur harus bersahabat dengan bencana. Mulai dari pantai-pantai Banyuwangi di timur sampai ke Pacitan ujung barat Jatim berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.

Anandia mewakili RRI Malang berkomitmen terus menjalin kerja sama dengan beragam lembaga dalam hal pengoperasian EWS dalam menciptakan kondisi Malang Raya dan sekitarnya yang kondusif.

Dia berharap Radio DAB+ yang RRI serahkan dapat dimanfaatkan secara maksimal. "Masyarakat dapat menerima edukasi tentang kebencanaan. Dan bagaimana saat bencana menerima peringatan lebih dini. Sehingga tidak sampai berdampak besar," harapnya. (Nana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....