Tim Brida Ubah Sampah Daun Kering Jadi Bahan Bakar Alternatif
- 07 Okt 2026 07:58 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Tim Brida mendorong pemanfaatan sampah daun kering sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Melalui inovasi briket biomassa, daun yang sebelumnya hanya menjadi limbah diolah kembali menjadi bahan bakar alternatif yang memiliki nilai guna.
Ketua Pelaksana Tim Brida, Kingkin, mengatakan pengurangan limbah menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan inovasi tersebut. Menurutnya, keberadaan sampah daun kering di lingkungan sekolah perlu diikuti dengan upaya pengolahan agar tidak sekadar berakhir sebagai tumpukan sampah.
“Yang pasti pertama, ini mengurangi limbah. Itu menjadi fokus kami yang pertama. Sampah-sampah daun kering yang sebelumnya hanya dibuang bisa kami olah kembali menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat,” ujar Kingkin dalam dialog bersama Pro 2 RRI Malang, Selasa (6/10/2026).
Menurut Kingkin, pengolahan tersebut juga diharapkan memberikan dampak langsung terhadap kondisi lingkungan sekolah. Ketika sampah daun dapat dimanfaatkan, jumlah limbah yang menumpuk dapat ditekan sehingga lingkungan menjadi lebih tertata.
“Kalau sampah-sampahnya bisa diolah, lingkungan sekolah juga bisa lebih tertata dan lebih bersih. Jadi, bukan hanya mengurangi sampah, tetapi juga bagaimana pengelolaannya bisa memberikan manfaat,” lanjutnya.
Inovasi briket biomassa tersebut dikembangkan berdasarkan kondisi nyata di sekolah mitra yang menghasilkan cukup banyak sampah daun kering. Selama ini, sampah tersebut berpotensi dibuang, ditimbun, atau dibakar secara langsung. Tim Brida kemudian mencoba mengubahnya menjadi bahan baku briket melalui sejumlah tahapan pengolahan.
Pengembangan inovasi dilakukan selama sekitar tiga bulan. Dalam prosesnya, Tim Brida memanfaatkan peralatan sederhana yang mudah ditemukan di sekitar. Salah satunya kaleng bekas yang digunakan untuk proses karbonisasi daun sebelum bahan diolah lebih lanjut.
Selain karbonisasi, bahan juga melalui proses penghalusan, pencampuran, pencetakan, hingga pengeringan. Pemanfaatan peralatan sederhana tersebut menjadi bagian dari upaya tim agar inovasi pengolahan daun kering dapat diterapkan dengan sarana yang relatif mudah diperoleh.
Bagi Tim Brida, inovasi tersebut tidak hanya berhenti pada menghasilkan briket sebagai bahan bakar alternatif. Lebih dari itu, pemanfaatan daun kering diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis potensi lokal yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Ke depan, Tim Brida berharap pengolahan sampah daun kering dapat terus dilakukan oleh sekolah mitra setelah proses pendampingan selesai. Inovasi tersebut juga diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar sekolah, terutama dalam mendorong kebiasaan memilah dan mengolah sampah menjadi produk yang bernilai guna.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....