Tim Brida Uji Beragam Formula Briket dari Daun Kering

  • 06 Okt 2026 14:55 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Menghasilkan briket berbahan dasar daun kering tidak dilakukan dengan sekali percobaan. Tim Brida harus melalui sejumlah tahapan uji coba untuk menemukan formula yang tepat agar daun kering dapat diolah menjadi briket yang mampu digunakan sebagai bahan bakar alternatif.

Wakil Ketua Pelaksana Tim Brida, Nanda, mengatakan proses pengembangan diawali dengan percobaan menggunakan daun kering tanpa melalui tahap karbonisasi. Hasilnya, briket yang dihasilkan masih menghasilkan asap cukup banyak ketika dibakar.

“Uji coba yang pertama itu daunnya tidak melalui proses karbonisasi terlebih dahulu. Setelah kami uji dan dibakar, ternyata asapnya banyak. Kami berpikir, kalau hasilnya seperti itu, sama saja dengan membakar daun secara langsung,” ungkap Nanda saat di wawancarai RRI, Selasa (6/10/2026).

Hasil percobaan tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi bagi tim untuk memperbaiki metode pengolahan. Tim selanjutnya menambahkan proses karbonisasi sebelum daun kering diolah menjadi briket.

Setelah melalui proses karbonisasi, daun kemudian ditumbuk hingga menjadi material yang lebih halus dan dicampur dengan bahan perekat. Dari tahapan tersebut, tim memperoleh formula kedua yang dinilai lebih sesuai dan kemudian digunakan dalam pengembangan briket saat ini.

“Setelah itu daunnya ditumbuk, kemudian diberi perekat lem. Dari proses tersebut akhirnya kami mendapatkan formula yang kedua. Formula itulah yang kemudian kami gunakan sampai sekarang,” jelas Nanda.

Dalam proses pembuatannya, daun kering terlebih dahulu dikumpulkan dari lingkungan sekolah. Daun tersebut kemudian menjalani proses karbonisasi sebelum dihaluskan dan disaring. Material yang telah siap selanjutnya dicampur dengan arang serta tepung tapioka yang berfungsi sebagai perekat.

“Bubur daun kering dan arang kemudian dicampur dengan tepung tapioka sampai menjadi seperti adonan. Setelah itu adonan dicetak menjadi bentuk briket, kemudian dijemur sampai benar-benar kering,” lanjut Nanda.

Proses pengeringan menjadi salah satu tahapan penting sebelum briket dapat digunakan. Tim membutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk memastikan kadar air pada briket berkurang dan produk siap digunakan sebagai bahan bakar.

Dalam menemukan komposisi yang sesuai, Tim Brida juga tidak bekerja sendiri. Dosen pembimbing turut memberikan masukan agar tim melakukan sejumlah pengujian dengan takaran bahan yang berbeda. Setiap formula kemudian diamati dan dibandingkan untuk melihat hasil pembakaran yang paling sesuai.

Proses tersebut membuat pengembangan briket tidak berhenti pada gagasan pemanfaatan sampah daun, tetapi juga melibatkan tahapan eksperimen untuk menghasilkan produk yang lebih optimal. Bagi Tim Brida, serangkaian kegagalan pada uji coba justru menjadi bagian penting dalam menemukan formula briket yang dapat diterapkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....