Ciptakan Siswa Peduli Lingkungan dan Terampil Berbahasa, Mahasiswa KKN MAs Gelar E
- 25 Agt 2026 11:06 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 26 sukses menggelar program edukasi kilat "SALIMBAH" (Sadar Lingkungan dan Kelola Sampah) di SDN 04 Pondokagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jumat (7/8/2026). Program ini mengintegrasikan edukasi pemilahan sampah dengan pemantapan keterampilan menulis dan berbicara siswa.
Edukasi ini digagas oleh Dina Auliyaa Sari, mahasiswa UNIM Bone, sebagai salah satu program kerja tim KKN MAs Kelompok 26. Tim ini menghimpun gabungan mahasiswa UMM, UNIM Bone, UM Kuningan, UM Gombong, UM Bandung, UMPurwokerto, UM Surakarta, UMPPekalongan, UM Palembang, dan UM Mataram. Kolaborasi lintas kampus ini menjadi bagian dari KKN MAs, program nasional yang melibatkan 59 PTMA se-Indonesia dengan UMM sebagai tuan rumah.
Kegiatan yang diikuti siswa kelas IV, V, dan VI ini dirancang interaktif. Usai menerima pemaparan materi pemilahan sampah organik, anorganik, dan B3, para siswa diajak mempraktikkan teori secara langsung. Dalam kelompok, mereka mengelompokkan gambar sampah, menyusun kalimat ajakan persuasif pada Lembar Kerja Kreatif (LKK) berbentuk poster, dan membacakan hasilnya di depan kelas.
Program ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Guru kelas 6 SDN 04 Pondokagung, Nana Susiatiningsih, S.Si., menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN MAs tersebut.“Kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan sekolah pascapembangunan. Edukasi ini tidak hanya membenahi kebiasaan membuang sampah yang masih tercampur, tetapi juga efektif mengasah keberanian siswa menyampaikan gagasan secara lisan dan tertulis,” ujarnya
Dalam praktiknya, sebagian besar siswa mampu memilih jenis sampah dengan tepatserta mampu menyusun pesan persuasif yang komunikatif, seperti "Ayo buang sampah pada tempatnya agar lingkungan tetap nyaman dan asri." Para siswa juga tampil percaya diri saat membacakan hasil karya mereka.
Salah seorang siswa, Syahdam Damar Arjuna, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.
"Sangat seru dan menantang! Selain jadi tahu mana sampah organik, anorganik, dan B3, saya juga senang bisa membuat dan membaca poster di depan kelas," ujarnya.
Melalui program SALIMBAH ini, tim KKN MAs Kelompok 26 berharap kebiasaan memilah sampah dan keberanian berbahasa tidak berhenti di ruang kelas saja, tetapi tumbuh menjadi budaya positif yang terus diterapkan para siswa di lingkungan sekolah maupun rumah.
Selain edukasi memilah sampah, Kelompok 26 juga menggelar program pendidikan pengenalan emosi bagi siswa, serta mengadakan program unggulan pemberdayaan masyarakat berupa pelatihan pengolahan limbah kotoran sapi menjadi briket ramah lingkungan untuk mendongkrak perekonomian warga Desa Pondokagung.
Penulis : Dina Auliyaa Sari
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....