Respons Darurat PMI Kota Malang Didominasi Kasus Medis Rumah Tangga
- 08 Jul 2026 09:48 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Permintaan layanan kegawatdaruratan yang ditangani Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya bencana alam, mayoritas layanan justru berasal dari kondisi medis darurat di rumah tangga hingga kecelakaan lalu lintas yang membutuhkan penanganan cepat.
Kepala Seksi Pelayanan PMI Kota Malang, Bayu Wardana, mengungkapkan lonjakan layanan terlihat cukup signifikan. Pada 2023 PMI mencatat 808 respons, meningkat menjadi 827 layanan pada 2024. Angka tersebut melonjak drastis sepanjang 2025 hingga mencapai 1.458 respons. Sementara selama Januari hingga Juni 2026 saja, PMI telah menangani 558 kejadian.
"Semakin ke sini respons yang kami lakukan semakin meningkat. Di dalamnya ada kejadian kebencanaan, kecelakaan lalu lintas, hingga layanan medis di rumah tangga," ujar Bayu dalam dialog Tanggap Bencana Kentongan di PRO 1 RRI Malang, Selasa (7/7/2026).
Menurut Bayu, tingginya angka layanan menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap pertolongan darurat semakin besar. Berdasarkan evaluasi internal PMI, lonjakan biasanya terjadi pada Maret hingga April, kemudian kembali meningkat menjelang akhir tahun, terutama Oktober hingga Desember.
| Baca juga: Bappenas Tinjau Tugu Tirta untuk Dukung MBG |
Ia menilai kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari meningkatnya mobilitas masyarakat, datangnya mahasiswa baru, musim wisuda, hingga tingginya aktivitas perjalanan saat liburan. Selain itu, cukup banyak permintaan ambulans berasal dari pasien yang mengalami serangan penyakit mendadak seperti hipertensi maupun gangguan jantung di rumah.
"Kalau masyarakat mengalami kegawatdaruratan medis di rumah, kami tetap layani tanpa dipungut biaya. Sebagian besar kemudian kami rujuk ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan lanjutan," jelasnya.
Bayu menambahkan masyarakat dapat menghubungi PMI Kota Malang selama 24 jam melalui nomor telepon (0341) 364617 maupun layanan WhatsApp 0811-3364-617 apabila membutuhkan bantuan darurat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....