Bijak Bermedia Sosial Jadi Kunci Cegah Hoaks dan Ujaran Kebencian

  • 31 Mei 2026 06:47 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Malang, Irma Mufita Yulistiowati M.I.Kom., mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial. Menurutnya, etika digital penting diterapkan karena penyebaran informasi kini berlangsung sangat cepat.

Irma mengatakan pengguna media sosial harus memikirkan dampak sebelum membagikan sebuah informasi. Ia menyebut satu unggahan dapat menyebar luas hanya dalam hitungan detik.

“Kalau misalkan sekarang ini memang salah satunya adalah penyebaran hoaks yang masih terus berkembang. Jadi kalau kita menerima informasi, jangan langsung di-share begitu saja,” ujarnya saat dikonfirmasi RRI, Jumat (29/5/2026).

Irma menjelaskan masyarakat perlu memeriksa sumber informasi sebelum mempercayai sebuah unggahan. Menurutnya, banyak orang hanya membaca judul tanpa memahami isi informasi secara menyeluruh.

Ia menambahkan perkembangan kecerdasan buatan atau AI juga membuat masyarakat semakin sulit membedakan informasi asli dan palsu. Kondisi tersebut dinilai rawan memicu penyebaran hoaks di media sosial maupun grup percakapan.

“Kadang orang lihat judulnya doang langsung di-share, padahal isinya enggak sama dengan judulnya. Itu yang perlu diwaspadai,” katanya.

Selain hoaks, Irma juga menyoroti maraknya ujaran kebencian dalam kolom komentar media sosial. Ia menegaskan kebebasan berpendapat berbeda dengan provokasi yang menyerang pihak lain secara pribadi.

Menurutnya, komentar negatif sering muncul karena pengguna merasa aman menggunakan akun anonim atau akun kedua. Padahal, jejak digital tetap dapat ditelusuri dan berdampak panjang terhadap kehidupan seseorang.

“Ketika kita menyampaikan opini dengan kata-kata yang bijak, saya rasa itu akan lebih bisa bertanggung jawab. Tapi ketika ujaran kebencian muncul, pasti ada pihak yang tersinggung,” jelasnya.

Irma lalu mengajak generasi muda membantu mengedukasi orang tua terkait penggunaan media sosial secara perlahan. Ia menilai pendekatan yang baik lebih efektif dibanding mempermalukan orang lain karena menyebarkan informasi keliru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....