Tak Sekadar Minimarket, Koperasi Merah Putih di Blitar Siap Jadi Mesin Baru Ekonomi
- 20 Mei 2026 13:34 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Blitar disiapkan bukan sekadar tempat belanja kebutuhan pokok. Koperasi ini diproyeksikan menjadi pusat perputaran ekonomi desa, mulai dari simpan pinjam, distribusi barang subsidi hingga membeli hasil usaha masyarakat. Pemerintah bersama TNI mulai menyiapkan operasional KDKMP di Blitar.
Komandan Kodim 0808/ Blitar, Letkol Inf. Virlani Arudyawan mengatakan konsep koperasi tersebut jauh lebih besar dibanding minimarket biasa.
“KDKMP ini unik. Tidak hanya menjual barang kebutuhan masyarakat, tetapi juga membeli hasil usaha masyarakat,” katanya saat berbicara dalam program Halo RRI di RRI Malang, Rabu (20/5/2026).
Menurut Virlani, koperasi nantinya akan menjual berbagai kebutuhan pokok dan barang subsidi seperti beras, minyak goreng, LPG 3 kilogram hingga pupuk dengan harga lebih terjangkau.
Selain itu, koperasi juga menyediakan layanan simpan pinjam dengan bunga rendah untuk mendukung masyarakat berwirausaha.
“Masyarakat bisa mengembangkan usaha dengan bunga sekitar 8 persen. Itu sangat bagus untuk iklim usaha kecil,” ujarnya.
Tak hanya itu, koperasi juga dilengkapi fasilitas cold storage untuk menyimpan produk hasil nelayan maupun bahan pangan segar lainnya.
Namun yang paling penting, kata Virlani, KDKMP akan menjadi pembeli hasil produksi masyarakat desa.
“Nah ini yang penting. Artinya masyarakat didorong untuk berwirausaha karena hasil produksinya bisa dibeli koperasi,” katanya.
Ia menyebut nantinya seluruh koperasi Merah Putih di Indonesia akan terhubung dalam satu sistem digital nasional. Sistem itu memungkinkan daerah mengetahui kebutuhan maupun surplus barang di wilayah lain.
“Kalau kita cerdik melihat kebutuhan daerah lain, masyarakat bisa berwirausaha sesuai kebutuhan pasar,” ujarnya.
Meski pembangunan fisik koperasi di Blitar sudah rampung, Virlani memastikan operasional belum dibuka karena masih dalam tahap penataan sistem harga, input data hingga penyempurnaan layanan.
“Kita masih siapkan semuanya supaya saat dibuka benar-benar siap melayani masyarakat,” ucapnya.
Ia juga mengaku terbuka terhadap kritik masyarakat, termasuk masukan yang muncul di media sosial terkait tampilan maupun sistem operasional koperasi.
“Kalau kritik itu bagus untuk pembangunan KDKMP, tentu akan kami pakai sebagai bahan evaluasi,” tandasnya.
Virlani berharap koperasi tersebut nantinya benar-benar menjadi penggerak ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan. Apabila masyarakat mulai memiliki produk sendiri dan berwirausaha, maka kesejahteraan desa akan tumbuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....