Reusable Diapers Jadi Alternatif Ramah Lingkungan Bagi Kesehatan Bayi
- 18 Mei 2026 02:34 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Penggunaan popok sekali pakai hingga kini masih menjadi pilihan banyak orang tua karena dianggap praktis dan mudah digunakan. Namun di balik kemudahannya, popok sekali pakai menghasilkan limbah plastik dalam jumlah besar yang sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan dalam jangka panjang.
Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat mulai beralih menggunakan reusable diapers atau cloth diaper (clodi). Popok kain yang dapat digunakan berulang kali ini dinilai lebih ramah lingkungan karena mampu mengurangi jumlah sampah rumah tangga, khususnya limbah popok sekali pakai yang terus meningkat setiap harinya.
Penerima Pelestari Fungsi Lingkungan Hidup Kategori Pembina Provinsi Jawa Timur Tahun 2024 sekaligus penerima penghargaan pegiat lingkungan dari Wali Kota Malang Tahun 2026, Oeliva Iswandi, mengatakan reusable diapers memiliki sejumlah keunggulan baik dari sisi lingkungan maupun kesehatan bayi.
“Dari segi kesehatan, reusable diapers juga dinilai lebih minim risiko iritasi kulit pada bayi. Bahannya dari microfiber yang lembut membuat kulit bayi lebih nyaman dibanding popok sekali pakai yang mengandung bahan kimia tertentu,” ujarnya dalam dialog SPADA, Jumat (15/05/2026).
Menurut Oeliva, penggunaan reusable diapers juga dapat menjadi salah satu langkah sederhana dalam mengurangi produksi sampah plastik rumah tangga. Ia menilai kesadaran masyarakat untuk mulai menggunakan produk ramah lingkungan perlu terus ditingkatkan, termasuk dalam pola pengasuhan anak sehari-hari.
Selain lebih ramah lingkungan, reusable diapers juga dinilai lebih ekonomis dalam jangka panjang. Meski membutuhkan biaya awal yang relatif lebih besar dibanding popok sekali pakai, popok kain dapat digunakan berulang kali hingga bertahun-tahun bahkan untuk beberapa anak sekaligus.
“Kalau dihitung jangka panjang sebenarnya lebih hemat. Reusable diapers bisa dipakai berkali-kali dan daya tahannya cukup lama, sehingga orang tua tidak perlu terus-menerus membeli popok sekali pakai setiap hari,” jelasnya.
Ia menambahkan, penggunaan reusable diapers juga membantu bayi lebih peka terhadap kondisi popok yang basah atau tidak nyaman. Hal tersebut dinilai dapat membantu proses toilet training menjadi lebih cepat dibanding penggunaan popok sekali pakai yang memiliki daya serap tinggi.
“Anak jadi lebih cepat mengenali rasa tidak nyaman ketika popok basah. Ini membantu proses toilet training karena anak lebih mudah belajar memberi respons,” katanya.
Melalui penggunaan reusable diapers, masyarakat diharapkan tidak hanya memperhatikan faktor kepraktisan, tetapi juga mempertimbangkan dampak lingkungan dan kesehatan dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....