Dialog Asta Cita, Inovasi Vermikompos UMKM Berkelanjutan
- 07 Feb 2026 15:56 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Radio Republik Indonesia (RRI) Malang kembali menghadirkan dialog inspiratif dalam program Dialog Asta Cita yang disiarkan langsung pada Sabtu, 7 Februari 2026, pukul 08.00 - 09.00 WIB melalui kanal Pro 1 FM 94,6 MHz dan YouTube RRI Malang Official. Mengusung tema “Inovasi UMKM Untuk Indonesia Lestari: Kiprah MGM Vermicompos, UMKM Produsen Pupuk dari Cacing”, dialog yang menyoroti peran nyata UMKM dalam membangun ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Dipandu oleh presenter Rulli Suprayugo, dialog menghadirkan tiga narasumber utama dari MGM Vermicompos, yakni Dave Akers, BA B.A., ASSO ACC. selaku Founder MGM Vermicompos, Agnes Riscinti, S.Par., B.A. selaku Business Manager MGM Vermicompos, dan Titus Sulisetyo, S.Th. selaku Marketing dan Koordinator Peternakan MGM Vermicompos.
Diskusi berlangsung hangat, informatif, dan membumi serta menyentuh langsung sektor pertanian, peternakan, serta ekonomi rakyat kecil. Dave mengungkapkan bahwa MGM Vermicompos mulai dirintis sejak tahun 2024 dengan produk vermikompos dan beberapa produk penunjang lainnya vermi grow, cacing segar juga cacing untuk farmasi dan semua bahan produksi semua berasal dari Indonesia, MGM mengembangkan jenis LR dan tipe ANC.
Dalam usaha ini, Ia juga sangat memperhatikan semangat kolaborasi bersama tim yang memiliki visi sama yaitu untuk meningkatkan taraf penghasilan masyarakat dan ketahanan pangan secara global. Pendiri MGM Vermikompos ini juga menyampaikan bahwa modal awal berasal dari yayasan non profit yang mereka dirikan, dengan komitmen kuat pada kualitas dan keberlanjutan.

Sementara itu, Agnes menekankan bahwa sangat penting untuk mendukung program pemerintah yaitu membangun dari bawah untuk menepis kemiskinan. Hal ini tentunya membutuhkan kolaborasi dan sinergitas yang kuat seluruh pihak untuk mensukseskan program pemerintah. MGM dengan akun Website : https://mgmwormproducts.com serta IG : @MGM.vermicompost, dalam hal ini hadir untuk membantu pemerintah dalam pemberdayaan petani dan juga menjaga kelestarian alam terutama tanah yang berkualitas melalui pengembangbiakan cacing agar dapat menunjang pertanian dan juga pengadaan protein tinggi.
Hal ini diwujudlkan dengan salah satunya ada pada produk MGM yaitu vermicompost yang berkualitas tinggi, dipanen setelah matang sempurna sekitar 3 hingga 4 bulan pasca penangkaran cacing. Agnes juga mengingatkan pentingnya kejujuran dalam kualitas produk.
| Baca juga: Polresta Dirikan Dua SPPG Dukung MBG |
"Jika vermikompos dicampur bahan lain, maka harus disebut jelas sebagai vermiplus media, bukan vermikompos murni. Tantangan kualitas bibit dan praktik nakal distributor juga menjadi perhatian serius, terutama untuk memenuhi standar ekspor," ujarnya.
Dikesempatan yang sama juga dijelaskan oleh Titus dengan menyampaikan bahwa MGM Vermicompos saat ini sedang mengembangkan peternakan di Mojokerto, Krian, dan Tumpang, serta bermitra dengan peternak di berbagai wilayah Jawa Timur.
"Produk kami mencakup vermicompost dari jenis ANC, serta cacing Lumbricus atau RL untuk kebutuhan farmasi," jelasnya.
Skala usaha pun fleksibel, yaitu mulai dari modal puluhan ribu rupiah hingga miliaran, tergantung target pembibitan.

Dari sisi produksi, MGM Vermicompos mampu menghasilkan sekitar 100 hingga 150 ton per bulan, dengan harga premium sekitar Rp3.500/kg dan deluxe Rp2.500/kg. Produk ini telah dimanfaatkan untuk berbagai sektor, mulai dari perkebunan durian, alpukat, anggur, bunga ekspor, kelapa sawit, lapangan golf, hingga penghijauan lahan bekas tambang.
Tidak hanya berdampak pada lingkungan, kehadiran MGM Vermicompos juga memberi efek ekonomi signifikan. Lebih dari 200 orang terlibat sebagai peternak, mitra, tenaga pemasaran, dan pekerja lapangan. Limbah organik dan kotoran ternak pun diolah kembali, membantu mengatasi persoalan lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi.

Menutup dialog, para narasumber menyampaikan pesan kuat bagi generasi muda dan masyarakat luas untuk bekerja sesuai passion, terbuka pada inovasi dan bersama - sama menjaga kesehatan tanah demi masa depan.
“Jangan sampai 50 tahun lagi tanah kita keras dan tidak menghasilkan apa - apa,” pesan Agnes, yang disambut ajakan Dave untuk mulai menyiapkan produk berkualitas ekspor sesuai kebutuhan pasar global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....