Arus Balik Lebaran, Penumpang KA Daop 7 Madiun Melonjak
- 26 Mar 2026 06:21 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Blitar - Memasuki H+3 Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, mobilitas penumpang kereta api di wilayah Daerah Operasi 7 Madiun masih terpantau tinggi. Arus balik Lebaran yang terus berlangsung membuat volume penumpang, baik keberangkatan maupun kedatangan, tetap mengalami peningkatan signifikan.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun Tohari menyampaikan bahwa tingginya pergerakan masyarakat sudah terlihat sejak awal masa Angkutan Lebaran.
Berdasarkan data sementara periode 11 hingga 25 Maret 2026, tercatat sebanyak 142.628 pelanggan berangkat dan 186.713 pelanggan datang di wilayah Daop 7 Madiun.
"Angka ini menunjukkan mobilitas masyarakat selama Lebaran masih cukup tinggi, khususnya pada masa arus balik seperti saat ini," ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Sementara itu, pada periode 11 hingga 24 Maret 2026, jumlah penumpang yang berangkat mencapai 129.377 orang, sedangkan penumpang datang sebanyak 176.918 orang. Puncak keberangkatan terjadi pada 24 Maret dengan 17.753 pelanggan, sedangkan puncak kedatangan tercatat pada 18 Maret dengan total 15.131 pelanggan.
"Untuk keseluruhan masa Angkutan Lebaran yang berlangsung hingga 1 April 2026, data sementara mencatat sebanyak 198.429 pelanggan berangkat dan 217.278 pelanggan datang di wilayah Daop 7 Madiun," terang dia.
Khusus pada Rabu, 25 Maret 2026, jumlah penumpang juga masih tinggi. Hingga saat ini, tercatat 13.251 pelanggan berangkat dan 9.795 pelanggan datang. Angka tersebut masih berpotensi bertambah hingga akhir hari.
Tohari menambahkan, kondisi ini menandakan arus balik Lebaran masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, seiring masyarakat yang kembali ke kota asal untuk beraktivitas.
"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melintasi perlintasan sebidang. Pengguna jalan diminta untuk selalu mendahulukan perjalanan kereta api serta tidak menerobos palang pintu demi keselamatan bersama," imbuhnya.
Masyarakat yang berada di sekitar jalur kereta api juga diingatkan agar tidak berada di area rel karena sangat berbahaya. Selama masa Angkutan Lebaran, frekuensi perjalanan kereta api meningkat, termasuk dengan adanya perjalanan tambahan, sehingga jalur menjadi lebih padat dari biasanya.
Selain itu, pelanggan diimbau datang lebih awal ke stasiun, memperhatikan jadwal perjalanan, serta menjaga barang bawaan selama berada di area stasiun maupun di dalam kereta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....