Yuk Mengenal Disabilitas mental Tunagrahita

  • 11 Des 2025 10:14 WIB
  •  Tarakan

KBRN, Tarakan: Tunagrahita adalah kondisi yang dimiliki sejumlah kecil anak umumnya terlihat sejak kecil atau sejak masa perkembangan. Itulah sebabnya mengapa orang tua perlu memahaminya.

Menurut buku Pendidikan Inklusif Sekolah Dasar: Merangkul Perbedaan dalam Kebersamaan karya Dr. Minsih, M.Pd pengertian anak tunagrahita adalah anak yang mengalami hambatan atau keterbelakangan pada fungsi intelektualnya dibandingkan teman sebayanya atau juga sering disebut sebagai mental retardation.

Istilah ini berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari dua kata yaitu tuna yang berarti rugi, dan grahita yang artinya berpikir. Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 72 tahun 1991 istilah tuna grahita ini digunakan untuk menggantikan kata kelainan mental.

Keadaan ini menggambarkan perkembangan mental yang tidak lengkap dari jenis dan tingkatnya sehingga individu tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan normal untuk mempertahankan keberadaan secara independen dari suatu pengawasan, kontrol dan dukungan eksternal.

Ciri-ciri Tunagrahita

  • Sulit mempelajari dan menggeneralisasi hal baru, serta lambat dalam mempelajari hal-halr yang baru dan abstrak.
  • Kurangnya kemampuan berbicara, khususnya pada anak tunagrahita berat
  • Kesulitan mengurus diri sendiri dan memerlukan pelatihan khusus untuk mempelajari kemampuan dasar.
  • Memiliki interaksi dan perilaku yang tidak lazim
  • Tingkah laku kurang wajar yang terjadi terus menerus tanpa tujuan yang jelas.

Penyebab Tunagrahita

Umumnya keadaan tunagrahita pada anak akan terlihat saat mereka lahir, ditandai saat lamban mememberikan reaksi bahkan nyaris tidak merespon. Kelambanan ini juga akan mempengaruhi tumbuh kembang.

Beberapa penyebab yang diduga menjadi awal mula tunagrahita adalah:

  • Faktor keturunan dan lingkungan.
  • Luka maupun trauma di kepala
  • Kecelakaan yang terjadi saat lahirnya anak.
  • Pemberian vaksin pada bayi ketika daya tahan tubuhnya lemah sehingga menyebabkan peradangan otak. Hal ini mengakibatkan kelainan saraf dan metabolisme otak yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

(Gode Permana)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....