Hari Pertama Gempa Flores, IDI NTT Kerahkan 5 Dokter Spesialis, Kini Trauma Healing
- 16 Sep 2026 10:50 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Nusa Tenggara Timur bergerak sejak hari pertama gempa bumi Flores 15 Agustus 2026. Lima dokter spesialis langsung dikerahkan ke lokasi.
Kini, memasuki minggu keempat, IDI NTT bersiap menggelar trauma healing bagi korban. Ketua IDI Wilayah NTT, dr. Stefanus Soka, mengatakan koordinasi dilakukan pada sore hari gempa.
Lima dokter spesialis yang ditugaskan terdiri dari dokter bedah tulang, dua dokter bedah umum, satu dokter spesialis emergency, dan satu dokter spesialis anestesi.
"Kami menugaskan lima dokter spesialis itu karena prioritas saat itu adalah penanganan kasus trauma. Dalam 24 jam kami sudah ada di lokasi," kata Stefanus di Kupang, Jumat 11 September 2026.
Dikerahkan 24 Jam Pascagempa
Kendala transportasi sempat menjadi hambatan. Namun dengan dukungan Pemprov NTT, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas, tim medis berhasil diberangkatkan.
Dua dokter lebih dulu tiba di Maumere pada malam hari gempa. Disusul dokter spesialis emergency dan bedah umum ke Ruteng, serta dokter bedah tulang ke Ende melalui jalur laut.
Dengan skema itu, kurang dari 48 jam pascagempa, seluruh titik terdampak sudah diperkuat dokter spesialis.
Buka Posko dan Galang Dana
Selain pelayanan medis, IDI NTT juga membuka posko di Ruteng dan Nagekeo pada Senin setelah gempa. Posko berfungsi mendistribusikan obat-obatan, selimut, terpal, beras, sembako, susu bayi, hingga genset.
Distribusi dilakukan bersama IDI cabang dan relawan. IDI NTT juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan agar bantuan tepat sasaran.
Gerakan kemanusiaan ini mendapat dukungan luas. Pengurus Besar IDI memberikan anggaran. IDI wilayah dan cabang dari Jawa Timur, Bali, Lombok, hingga Aceh Tamiang turut menyumbang.
Sejumlah perhimpunan dokter menyalurkan bantuan sekitar Rp250 juta dalam bentuk barang dan peralatan operasi.
"IDI Aceh Tamiang yang baru dilanda banjir pun tetap membantu NTT. Itu bentuk solidaritas antardaerah," ujar Stefanus.
Masuk Tahap Trauma Healing
Memasuki minggu kedua, IDI NTT menambah 20 tenaga medis dan perawat ke Nagekeo. Melalui IDI Cabang Maumere, bantuan juga disalurkan ke Pulau Palue yang sempat terisolasi.
Kini fokus bergeser ke pemulihan psikologis. IDI NTT menggandeng Pramuka dan RSUD Johanes Kupang untuk melaksanakan trauma healing.
Pelatihan bagi anggota Pramuka telah dilakukan pada 9 September 2026. Mereka akan bertugas menghibur dan memulihkan semangat warga, terutama anak-anak, dengan pendekatan kepramukaan.
Kegiatan trauma healing ditargetkan mulai 12 September 2026 di sejumlah wilayah terdampak.
"Kami harus melakukan sesuatu dulu baru menginformasikan. Ini juga bentuk transparansi kepada para donatur," ujar Stefanus.
Ia berharap seluruh dukungan dapat mempercepat pemulihan masyarakat pascagempa Flores.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....