Gubenur NTT Dorong Petani Tingkatkan Nilai Tambah

  • 28 Mar 2026 10:53 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri kegiatan panen raya jagung yang diselenggarakan oleh Kelompok Tani Nonotasi di Kelurahan Buraen, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang pada, Kamis 26 Maret 2026. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT Joaz Bily Oemboe Wanda, serta Kepala Dinas Perhubungan NTT Frederik Christian Koenunu.

Sementara itu, Bupati Kupang, Yosef Lede, bersama jajarannya telah lebih dahulu tiba di lokasi untuk menyambut kedatangan rombongan. Panen raya ini dilakukan di lahan jagung seluas 5 hektar dari total 25 hektar yang dikelola kelompok tani Nonotasi.

Tahap awal panen ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas pertanian serta mendorong kesejahteraan petani di wilayah tersebut. Kegiatan ini turut dihadiri ratusan petani dan penyuluh pertanian lapangan.

Gubernur NTT Melki Laka Lena dalam sambutannya menegaskan, pemerintah daerah merupakan perpanjangan tangan Presiden dalam menjalankan program nasional, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan.

“Kami di daerah adalah perpanjangan tangan Presiden. Salah satu program utama yang harus kita wujudkan bersama adalah swasembada pangan. Kita patut bersyukur karena Tuhan telah menganugerahkan tanah yang subur bagi kita,” ujarnya.

Gubernur Melkiades juga mengingatkan bahwa di tengah situasi global yang tidak menentu, termasuk ancaman krisis akibat perang, ketahanan pangan menjadi kunci utama. Gubernur mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Kupang dalam mendorong daerah sebagai salah satu lumbung pangan di NTT.

Menurutnya, potensi besar yang dimiliki daerah tersebut harus dimanfaatkan secara optimal, termasuk keberadaan tiga bendungan besar. “Dengan adanya tiga bendungan besar di Kabupaten Kupang, akan sangat keliru jika potensi ini tidak dimanfaatkan dengan baik,” ucapnya.

Orang nomor satu NTT ini menyebutkan, dari ribuan hektar lahan jagung yang ditanami di Kabupaten Kupang, capaian produksi jagung di Kabupaten Kupang sejauh ini sudah menunjukkan hasil yang baik. "Kalau Bupati dan jajaran bergerak, tokoh masyarakat bergerak, TNI dan Polri juga bergerak bersama, maka saya yakin Kabupaten Kupang bergerak maju, NTT aman, dan Kota Kupang juga aman,” ujarnya penuh optimistis.

Lebih jauh, Gubernur menekankan pentingnya hilirisasi atau peningkatan nilai tambah hasil pertanian melalui pengolahan dan pengemasan. “Kita tidak boleh hanya berhenti pada tanam dan panen. Jagung yang kita hasilkan harus diolah dan dikemas dengan baik agar memiliki nilai jual lebih tinggi,” kata Melkiades.

Terkait pemasaran, ia memastikan bahwa Bulog tetap menjadi pasar utama, namun peluang pasar lain juga perlu dimanfaatkan. “Selain Bulog, kita bisa pasarkan melalui NTT Mart, toko-toko, dan kios yang didukung pemerintah, dengan syarat produk sudah dikemas dengan baik,” tuturnya.

Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk BRMP dan BBPP Kupang, Gubernur berharap kegiatan tersebut semakin memotivasi masyarakat untuk terus menanam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....