Penerima Manfaat Harap Program Cegah Stunting Berlanjut

  • 04 Mar 2026 14:41 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting yang dilaksanakan di Kecamatan Kupang Timur mendapat respons positif dari masyarakat penerima manfaat. Salah satunya datang dari Tuti, ibu dari bayi berusia delapan bulan yang menjadi sasaran intervensi program tersebut.

Saat ditemui di sela-sela kegiatan pendampingan, Tuti mengaku bersyukur atas bantuan nutrisi yang diterimanya. Ia mengatakan, dukungan tersebut sangat membantu keluarganya dalam memenuhi kebutuhan gizi anak di masa pertumbuhan yang dinilai sangat krusial.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan ini. Ini sangat membantu kami sebagai orang tua, terutama untuk memenuhi kebutuhan makanan anak,” ucap Tuti, salah satu penerima manfaat saat di temui RRI.CO.ID, Selasa, 3 Maret 2026.

Menurut Tuti, pada usia delapan bulan, anaknya sudah mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI atau MPASI. Karena itu, bantuan nutrisi yang diberikan melalui program tersebut dinilai tepat sasaran dan bermanfaat langsung bagi tumbuh kembang bayi.

Namun demikian, ia berharap program tersebut tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan bahan makanan semata. Ia menilai edukasi kepada para orang tua tentang cara pemberian MPASI yang benar dan sesuai standar gizi juga sangat penting.

“Kami juga berharap ada sosialisasi atau penjelasan tentang bagaimana cara memberikan makanan pendamping ASI yang tepat, supaya kami tidak salah dalam memberikan makanan kepada anak,” ucap Tuti.

Tuti mengakui, masih banyak orang tua yang belum sepenuhnya memahami komposisi gizi seimbang untuk bayi, termasuk frekuensi pemberian makan dan jenis makanan yang sesuai dengan usia anak. Kondisi ini, menurutnya, dapat berdampak pada tumbuh kembang anak jika tidak mendapat pendampingan yang memadai.

Ia menambahkan, perhatian dan pendampingan dari tenaga kesehatan serta kader posyandu sangat dibutuhkan agar para ibu memiliki pemahaman yang benar mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi anak. Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting sendiri tidak hanya menyalurkan bantuan nutrisi, tetapi juga melakukan pendampingan selama tiga bulan kepada keluarga berisiko stunting.

Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya gizi seimbang, sanitasi, serta pola asuh yang tepat. Bagi Tuti dan keluarga lainnya, program ini menjadi harapan baru dalam upaya mencegah stunting sejak dini.

Ia optimistis, dengan dukungan berkelanjutan serta edukasi yang tepat, anak-anak di wilayahnya dapat tumbuh sehat dan terhindar dari risiko stunting. “Semoga program ini bisa terus berjalan dan semakin banyak keluarga yang dibantu,” ucap Tuti.

Respons positif dari masyarakat penerima manfaat tersebut menunjukkan bahwa intervensi yang menyasar langsung keluarga berisiko stunting dinilai efektif dan memberikan dampak nyata. Ke depan, keberlanjutan program dan penguatan edukasi diharapkan menjadi kunci dalam menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas generasi penerus di Kabupaten Kupang. (Andry/Ady)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....