Kader Posyandu Bogenville 7 Apresiasi Program MBG, Angka Stunting Turun Drastis

  • 15 Jun 2026 21:05 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan di Posyandu ILP Bogenville 7, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, mendapat respons positif dari para kader dan masyarakat penerima manfaat. Ketua Kader Posyandu ILP Bogenville 7, Rofina Janggu Obe, mengungkapkan bahwa program yang telah berjalan hampir tiga bulan itu memberikan dampak yang baik bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayahnya.

"Menurut kami program ini sangat baik. Makanannya bagus, penerima manfaat juga senang. Kami bahkan sudah membuat grup untuk memudahkan penyaluran kepada sasaran," kata Rofina saat ditemui di Posyandu Bogenville 7, Rabu 10 Juni 2026. Saat ini Posyandu Bogenville 7 melayani tiga wilayah RT, yakni RT 15, RT 16, dan RT 17, dengan total 201 penerima manfaat MBG yang terdiri dari 155 balita, 42 ibu menyusui, dan empat ibu hamil.

Menurut Rofina, distribusi makanan bergizi berlangsung lancar dan stabil sejak program dimulai. Setiap hari, makanan yang disalurkan bervariasi, seperti nasi putih, ayam kecap, tahu goreng, sayuran, dan buah-buahan.

"Kami juga melakukan pengecekan kualitas makanan. Ada satu porsi khusus untuk saya sebagai tester. Saya harus mencicipi dulu sebelum makanan dibagikan kepada sasaran," ujarnya.

Lebih jauh, Rofina mengungkapkan bahwa sebelum adanya MBG, wilayah Bogenville 7 menjadi salah satu daerah dengan jumlah kasus stunting dan gizi kurang yang cukup tinggi di wilayah kerja puskesmas setempat. "Awalnya ada sekitar 20 anak yang kondisi gizinya sangat memprihatinkan. Tetapi melalui pemberian makanan tambahan (PMT) dari puskesmas dan pendampingan kader, perlahan kondisi mereka membaik. Sekarang sudah tidak ada lagi kasus gizi buruk maupun gizi kurang," katanya menjelaskan.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja sama para kader, tenaga kesehatan, serta mahasiswa praktik dari berbagai perguruan tinggi kesehatan yang turut membantu proses penimbangan dan pemantauan tumbuh kembang anak. Meski demikian, Rofina mengaku masih terdapat sejumlah kendala yang dihadapi Posyandu Bogenville 7.

Salah satunya adalah keterbatasan sarana dan prasarana, seperti kursi, tenda, dan kartu bantu untuk pencatatan data sasaran. "Sasaran kami lebih dari 200 orang, tetapi kursi yang tersedia hanya sekitar 30 buah. Saat musim hujan, kami juga kesulitan karena tempat pelayanan masih sangat sederhana," katanya.

Bahkan, sebagian kebutuhan operasional sering kali harus ditutupi secara swadaya oleh para kader, termasuk untuk membeli makanan tambahan dan perlengkapan pelayanan. Karena itu, Rofina berharap ada perhatian lebih dari pemerintah maupun para pemangku kepentingan untuk mendukung fasilitas Posyandu yang melayani masyarakat dalam jumlah besar.

"Kami berharap ada bantuan kursi, tenda, dan fasilitas pendukung lainnya. Yang penting pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan lebih baik dan nyaman," ujarnya.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Rufina memastikan hingga saat ini tidak ada keluhan terkait pelaksanaan program MBG di wilayahnya. (DW)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....