Dosen Poltekkes Kupang Sosialisasikan Standar Pelayanan Kehamilan

  • 25 Jun 2026 14:08 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Dosen Poltekkes Kemenkes Kupang, Dr. Ina Debora Ratu Ludji dan Tim memberikan penyuluhan kesehatan kepada ibu hamil dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) mandiri yang berlangsung di Puskesmas Niki-Niki, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), pada Jumat, 12 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan secara lengkap untuk mendukung kesehatan ibu dan bayi.

"Dalam pelayanan antenatal care, ibu hamil perlu mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis yang mencakup 12 standar pelayanan atau 12 T guna memastikan kehamilan yang sehat, ibu sehat, bayi lahir sehat, tumbuh kembang yang baik, serta mencegah stunting," ucap Dr. Ina kepada peserta.

Dr. Ina menjelaskan bahwa pelayanan antenatal dimulai dengan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan ibu hamil. Selain itu, tenaga kesehatan juga melakukan pengukuran tekanan darah untuk mendeteksi secara dini kemungkinan gangguan kesehatan selama kehamilan.

Pemeriksaan lainnya meliputi penilaian status gizi melalui pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA), pengukuran tinggi fundus uteri atau puncak rahim, serta penentuan presentasi janin dan pemeriksaan denyut jantung janin. Langkah-langkah tersebut penting untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan.

"Pemeriksaan kehamilan yang lengkap sangat penting karena dapat membantu mendeteksi risiko sedini mungkin sehingga ibu dan bayi memperoleh penanganan yang tepat selama masa kehamilan," kata Dr. Ina Debora Ratu Ludji, S.Kp., M.Kes dalam kegiatan tersebut.

Selain pemeriksaan fisik, ibu hamil juga mendapatkan skrining status imunisasi tetanus dan pemberian vaksin apabila diperlukan. Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) juga menjadi bagian penting dalam pelayanan untuk mencegah anemia selama kehamilan.

Pemeriksaan laboratorium turut dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan ibu secara menyeluruh. Pemeriksaan tersebut mencakup golongan darah, kadar hemoglobin, HIV, malaria, dan berbagai pemeriksaan lain sesuai kebutuhan medis.

Apabila ditemukan masalah kesehatan, tenaga kesehatan akan melakukan tata laksana atau penanganan kasus sesuai kondisi yang dialami ibu hamil. Langkah ini bertujuan mencegah komplikasi yang dapat membahayakan ibu maupun janin.

Pelayanan antenatal juga mencakup temu wicara atau konseling terkait persiapan persalinan dan laktasi. Melalui konseling tersebut, ibu hamil dan keluarga memperoleh informasi yang diperlukan untuk menghadapi proses persalinan dan pemberian ASI setelah bayi lahir.

Dalam kesempatan yang sama, ibu hamil mendapatkan pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk memantau kondisi janin secara lebih rinci. Pemeriksaan ini membantu tenaga kesehatan memastikan perkembangan janin berjalan sesuai usia kehamilan.

Selain kesehatan fisik, aspek kesehatan mental juga menjadi perhatian dalam pelayanan antenatal. Karena itu, dilakukan skrining kesehatan jiwa bagi ibu hamil guna mendeteksi dini gangguan psikologis yang dapat memengaruhi kesehatan ibu dan perkembangan janin.

Melalui penerapan 12 standar pelayanan antenatal atau 12 T, Poltekkes Kemenkes Kupang bersama Puskesmas Niki-Niki berharap setiap ibu hamil memperoleh layanan kesehatan yang komprehensif sehingga dapat melahirkan bayi yang sehat, mendukung tumbuh kembang optimal, dan berkontribusi pada upaya percepatan penurunan stunting. (ST)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....