Mengenal Gaya Kelekatan pada Hubungan Antar Remaja
- 18 Feb 2026 23:17 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Fenomena overthinking dan rasa cemas berlebih saat pasangan tidak membalas pesan kini menjadi perbincangan hangat di kalangan anak muda, terutama jika dikaotkan dengan konsep attachment style atau gaya kelekatan emosional. Gaya kelekatan ini merupakan pola bagaimana seseorang membangun hubungan dan kedekatan emosional dengan orang lain yang biasanya terbentuk sejak masa kecil namun bersifat dinamis.
Dalam dialog bersama Forum Remaja (FoR) PKBI NTT pada Selasa, 17 Februari 2026 bersama dua anggotanya Anggrainy Fallo dan Manda Nubatonis menyatakan jika attachment style atau gaya kelekatan menjadi topik yang semakin relevan dibahas di kalangan anak muda, terutama di era media sosial yang penuh tekanan dan perbandingan.
Baik Anggrainy maupun Manda menilai pemahaman tentang pola kelekatan penting agar remaja tidak mudah melabeli pasangan sebagai “avoidant” atau “terlalu cemas” tanpa bercermin pada diri sendiri. Nana menjelaskan bahwa fenomena overthinking sering kali berkaitan dengan anxious attachment.
Pentingnya memahami topik ini adalah agar generasi muda tidak terjebak dalam pelabelan negatif terhadap orang lain tanpa melakukan refleksi diri terlebih dahulu. Pengaruh media sosial seringkali membuat remaja merasa insecure dan tertekan, sehingga memahami tipe kelekatan diri sendiri menjadi langkah awal untuk kesehatan mental yang lebih baik.
Sementara itu, Manda menambahkan bahwa masa remaja adalah fase pencarian jati diri dan validasi, sehingga pola kelekatan sangat memengaruhi cara mereka membangun hubungan. “Attachment style itu bukan untuk menyalahkan siapa pun, tapi untuk membantu kita mengenali diri dan belajar membangun hubungan yang lebih sehat,” tegasnya.
Terdapat beberapa tipe utama yang perlu dikenali, mulai dari secure (aman), anxious (cemas), hingga avoidant (menghindar). Remaja dengan tipe secure cenderung merasa nyaman dan terbuka dalam berkomunikasi, sementara tipe anxious sering merasa takut ditinggalkan dan tipe avoidant cenderung menarik diri saat hubungan mulai terasa terlalu serius.
Trauma masa kecil atau pola asuh orang tua memang memiliki pengaruh besar, namun hal tersebut bukanlah sesuatu yang permanen dan tidak bisa diubah. Lingkungan yang positif, komunitas yang mendukung, serta kesadaran untuk memvalidasi emosi diri sendiri dapat membantu seseorang bertransformasi menuju pola hubungan yang lebih stabil dan sehat.
Strategi utama bagi remaja yang merasa memiliki kecemasan tinggi dalam hubungan adalah dengan mencari kesibukan positif dan tidak menggantungkan seluruh rasa amannya pada pasangan semata. Membangun nilai diri (value) dan kemandirian emosional akan membantu menciptakan keseimbangan sehingga hubungan tidak terasa mengekang atau melelahkan.
Sebagai penutup, mereka menekankan pada pola asuh di masa kecil memang dapat berpengaruh, tetapi bukan berarti tidak bisa berubah. Lingkungan yang suportif, pertemanan yang sehat, serta komunikasi terbuka dapat membantu remaja berproses menuju secure attachment atau pola kelekatan yang lebih aman dan stabil.
Forum Remaja PKBI NTT juga mendorong anak muda untuk tidak menggantungkan rasa aman sepenuhnya pada pasangan. Remaja dianjurkan aktif berkegiatan, bergabung dalam komunitas, serta berani mengikuti konseling sebaya agar dapat memahami emosi dan kebutuhan dirinya secara lebih utuh.
Melalui edukasi di media sosial, siaran radio, dan layanan konseling gratis, Forum Remaja PKBI NTT berupaya menghadirkan ruang aman bagi remaja untuk belajar dan bertumbuh. Dengan mengenali attachment style sejak dini, diharapkan generasi muda mampu membangun relasi yang sehat, saling mendukung, dan bebas dari kecemasan berlebihan.
"Attachment style ada bukan untuk menyalahkan pihak manapun, melainkan membantu kita mengenali siapa diri kita sebenarnya,” ucap Anggrainy . Nanda menambahkan, “cintailah diri sendiri terlebih dahulu karena jika kita sudah merasa cukup dengan diri kita, kita tidak akan terus-menerus mengejar validasi dari orang lain." (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....