Pengaruh Gaya Hidup Remaja pada Infertilitas Membutuhkan Perhatian sejak Dini

  • 31 Mei 2026 17:53 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Forum Remaja Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyuarakan pentingnya kesadaran generasi muda terhadap isu kesehatan reproduksi, khususnya mengenai risiko infertilitas. Masalah kesuburan ini nyata adanya dan sangat dipengaruhi oleh bagaimana para remaja mengelola pola hidup mereka sehari-hari sejak usia muda.

Banyak remaja saat ini yang masih keliru dan menganggap bahwa isu infertilitas atau ketidaksuburan hanya menjadi urusan orang dewasa yang sudah menikah. Padahal, fondasi kesehatan reproduksi yang prima justru dibentuk dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan pada masa pubertas dan remaja.

Kepada RRI pada Selasa, 26 Mei 2026, anggota Forum Remaja PKBI NTT, Mario Maudai, mengungkapkan mayoritas anak muda saat ini masih minim pengetahuan terkait ancaman ini akibat terjebak dalam pergaulan yang kurang sehat. "Banyak remaja yang pola hidup sama gaya hidupnya itu ada yang kurang baik atau bisa bilang beresiko, sehingga membawa mereka ke pergaulan beresiko yang membuat mereka kurang mengerti tentang infertilitas," ujar tamatan SMA N 4 Kupang ini

Ia menjelaskan faktor pemicu rusaknya kualitas kesuburan ini sangat dekat dengan keseharian remaja, mulai dari kebiasaan begadang, stres berlebihan, hingga konsumsi makanan siap saji secara ugal-ugalan. Kurang tidur dan paparan zat adiktif secara terus-menerus lambat laun akan mengacaukan sistem kerja organ tubuh dalam memproduksi hormon reproduksi secara optimal.

Narasumber lainnya dari anggorta Forum Remaja PKBI NTT, Feri Dere, turut memaparkan bagaimana dampak buruk dari kebiasaan begadang dan gaya hidup tidak sehat ini merusak stamina tubuh anak muda. "Ketika kita begadang terus-menerus dan hal itu kita lakukan, tubuh kita menjadi lemah tentunya dan otomatis akan juga kurang dalam memproduksi hormon-hormon yang diperlukan," jelas Feri menekankan pentingnya menjaga kualitas organ reproduksi.

Selain itu Feri menyebutkan kebiasaan tidak sehat seperti merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, stres berlebihan, serta kurang tidur dapat mengganggu produksi hormon dalam tubuh. Jika dilakukan secara terus-menerus, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi.

Kedua narasumber juga menyoroti masih minimnya pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi, termasuk infertilitas. Mereka menilai keluarga, sekolah, dan lingkungan memiliki peran penting dalam memberikan edukasi yang tepat agar remaja mampu menjaga kesehatan reproduksinya sejak dini.

Forum Remaja PKBI NTT mengajak para remaja untuk menerapkan pola hidup sehat melalui olahraga rutin, konsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, serta menghindari rokok dan minuman beralkohol. Selain itu, remaja juga didorong untuk memanfaatkan layanan informasi dan konseling kesehatan reproduksi yang tersedia agar dapat mencegah berbagai risiko kesehatan di masa depan

Guna mendobrak hambatan tersebut, PKBI NTT terus bergerak aktif membuka layanan konseling serta menyebarkan edukasi HKSR (Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi) baik lewat program tatap muka maupun media sosial. Kolaborasi yang kuat antara edukasi di lingkungan keluarga, sekolah, dan komunitas sebaya diharapkan mampu menyelamatkan masa depan fertilitas generasi penerus bangsa. (AK)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....