Antusias Anak SD Ikuti Lomba Robotik, Guru Harap Teknologi Masuk Kurikulum Sekolah

  • 20 Mei 2026 15:37 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Gelaran Filosi Robotic Competition and Expo 2026 di Satpel PVP Kota Kupang, pada Rabu, 20 Mei 2026 tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas teknologi bagi pelajar dan mahasiswa, tetapi juga membuka semangat baru bagi siswa sekolah dasar di Kota Kupang untuk mengenal dunia robotik sejak dini. Sejumlah sekolah dasar yang mengikuti kompetisi ini mengaku sangat antusias menyambut lomba robotik pertama berskala besar tersebut.

Para guru bahkan berharap kegiatan serupa terus digelar agar mampu memacu semangat belajar dan inovasi anak-anak di bidang teknologi. Guru SDN Bertingkat Naikoten, Andro Seran mengatakan bahwa persiapan menghadapi kompetisi dilakukan melalui workshop yang diberikan panitia serta latihan mandiri di sekolah.

“Kami diberikan kesempatan mengikuti workshop dari panitia penyelenggara, kemudian sekolah dipinjamkan alat selama tiga hari untuk latihan. Selain itu, kami juga belajar mandiri melalui internet, Google, dan YouTube,” ujarnya.

Menurut Andro, robotik masih menjadi hal baru bagi siswa sekolah dasar sehingga tantangan terbesar adalah membangun mental dan pemahaman dasar anak-anak. “Karena ini baru, anak-anak perlu diajarkan dari dasar sekali. Tetapi antusias mereka luar biasa, sangat semangat mengikuti lomba ini,” katanya.

SDN Bertingkat Naikoten sendiri mengirimkan satu tim yang terdiri dari tiga siswa untuk mengikuti kategori lomba tingkat SD. Dalam kompetisi tersebut, peserta akan merakit teknologi “tempat sampah pintar” menggunakan perangkat yang telah disiapkan panitia.

Andro berharap kegiatan robotik seperti ini dapat terus berlanjut dan bahkan masuk dalam materi pembelajaran sekolah di masa depan. “Kalau anak-anak belajar tanpa ada kompetisi, biasanya semangat mereka menurun. Jadi kegiatan seperti ini sangat penting untuk memotivasi mereka belajar teknologi,” katanya menambahkan.

Hal senada disampaikan Kepala SDK St. Yosef II, Agung Hermanus Riwu yang menilai robotik sangat relevan dengan karakter anak usia sekolah dasar yang suka mencoba dan bereksplorasi. “Anak-anak seusia SD memang berada di fase belajar mencoba dan berpikir kreatif. Karena itu ketika ada robotik, mereka sangat antusias dan riang gembira,” ujar Agung.

SDK St. Yosef II bahkan telah memiliki kegiatan ekstrakurikuler robotik yang bekerja sama dengan Filosi Institute. Para siswa mendapatkan pembinaan khusus melalui kelas robotik yang disediakan lembaga tersebut.

Agung menilai kehadiran kelas robotik penting untuk mengarahkan anak-anak agar memanfaatkan teknologi secara positif di tengah tingginya ketergantungan generasi muda terhadap gadget dan dunia digital. “Mereka lahir di zaman teknologi, sehingga ketergantungannya cukup tinggi. Karena itu kelas robotik hadir untuk mengarahkan mereka agar teknologi digunakan secara bermanfaat dan menjawab kebutuhan masa depan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sekolah mulai mempersiapkan penerapan mata pelajaran coding dan kecerdasan artifisial sesuai tuntutan kurikulum nasional. “Saat ini kami sudah mulai membangun pelatihan coding untuk guru-guru, karena nanti akan ada mata pelajaran khusus terkait teknologi di sekolah,” katanya.

Meski demikian, keterbatasan sumber daya masih menjadi tantangan utama, mulai dari kurangnya tenaga pengajar yang menguasai robotik hingga minimnya perangkat latihan di sekolah. “Karena ini baru, tantangannya ada pada kesiapan mental, guru yang belum terlalu menguasai robotik, dan alat latihan yang masih terbatas,” kata Agung.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, semangat sekolah-sekolah di Kupang untuk mengembangkan pendidikan teknologi terus tumbuh. Kehadiran Filosi Robotic Competition dinilai menjadi momentum penting untuk mendorong lahirnya generasi muda NTT yang kreatif, inovatif, dan siap menghadapi era digital. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....