Mahasiswa UNHAN Ciptakan Teknologi Pertanian dan Perikanan Pintar
- 20 Mei 2026 16:00 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Kreativitas mahasiswa muda dalam memanfaatkan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat menjadi sorotan dalam ajang Filosi Robotic Competition di Kota Kupang yang digelar di Satpel PVP, Rabu, 20 Mei 2026. Dua mahasiswa Universitas Pertahanan (UNHAN) RI menampilkan inovasi berbasis digital yang ditujukan untuk membantu sektor pertanian dan perikanan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Mahasiswa COHORT III Program Studi Perikanan Tangkap, Diah Ayu Handiri bersama rekannya dari Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan, M. Firdaus Yuniarta A. memperkenalkan dua teknologi unggulan, yakni alat siram otomatis dan bagan apung otomatis berbasis Internet of Things (IoT). Firdaus menjelaskan, teknologi yang mereka kembangkan menggunakan sistem ESP32 yang terkoneksi langsung dengan website sehingga dapat dipantau dari jarak jauh.
“Ada alat siram otomatis dan bagan apung otomatis. Keduanya menggunakan sistem ESP32 yang langsung terkoneksi dengan website sehingga bisa dimonitoring dari jarak jauh,” kata Firdaus.
Menurutnya, inovasi tersebut hadir untuk membantu masyarakat menghadapi tantangan alam di NTT, khususnya pada sektor pertanian yang kerap mengalami kekeringan akibat curah hujan rendah dan suhu ekstrem. “NTT memiliki curah hujan yang kecil dan suhu yang cukup ekstrem. Teknologi ini diharapkan membantu para petani agar tanaman tetap subur dan lebih mudah dipantau,” ujar Firdaus.
Sementara itu, Diah Ayu Handiri mengatakan bahwa inovasi tersebut sebenarnya telah mereka persiapkan sejak lama sebagai bagian dari tugas akhir perkuliahan. “Persiapannya sudah dilakukan jauh-jauh hari karena ini juga menjadi bagian dari tugas akhir kami. Dari awal kami mempersiapkan teori, konsep hingga perancangan komponen,” kata Dini, sapaan akrabnya.
Meski demikian, proses pengembangan alat tidak berjalan mudah. Mereka mengaku harus menghadapi berbagai kegagalan teknis sebelum alat dapat berfungsi dengan baik.
“Tantangan terbesarnya saat instalasi komponen. Tidak semua langsung berjalan baik. Kami mengalami banyak trial and error, bahkan selama satu bulan kami terus bongkar pasang alat,” ujar Dini.
Salah satu inovasi yang paling menarik perhatian adalah bagan apung otomatis untuk membantu nelayan perikanan tangkap. Teknologi ini diharapkan dapat mendukung digitalisasi sektor kelautan di NTT yang memiliki wilayah perairan sangat luas.
“Harapannya bagan apung otomatis ini bisa membantu nelayan NTT memanfaatkan wilayah perairan secara maksimal dan mulai beralih ke teknologi yang lebih maju,” katanya.
Kehadiran inovasi karya mahasiswa UNHAN tersebut mendapat perhatian pengunjung dan pemerintah daerah karena dinilai memiliki potensi besar untuk diterapkan secara nyata di tengah masyarakat. Ajang Filosi Robotic Competition sendiri menjadi wadah lahirnya berbagai inovasi teknologi dari generasi muda NTT, mulai dari robotik pendidikan, teknologi pertanian, hingga solusi digital untuk sektor perikanan dan sosial masyarakat.
Melalui kompetisi ini, semangat anak muda Indonesia Timur untuk menciptakan teknologi yang bermanfaat bagi daerah semakin terlihat nyata. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....