Wagub NTT: Gereja Mitra Strategis Entaskan Kemiskinan dan Stunting
- 10 Jul 2026 17:31 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma menyebut gereja sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang beriman, rukun, dan sejahtera.
Penegasan itu disampaikan saat menutup Sidang Sinode XLIV Gereja Kristen Sumba (GKS) di Jemaat GKS Nggongi, Klasis Mahu Karera, Kabupaten Sumba Timur, Kamis 9 Juli 2026 malam.
Menurut Johni, peran gereja penting untuk membimbing masyarakat meninggalkan budaya tidak produktif melalui nilai-nilai Injil.
Ia menyoroti citra warga NTT di Bali yang sempat mendapat penolakan karena dinilai belum mampu beradaptasi.
"Kita pernah mendengar bagaimana citra NTT di Bali menjadi sorotan. Bahkan ada penolakan terhadap anak-anak kita karena mereka belum mampu beradaptasi dengan baik," ujarnya.
Bersama pemerintah daerah se-Pulau Sumba, Johni mengaku telah berkunjung ke Bali pada Januari lalu. Dalam kunjungan itu, pemerintah menyampaikan permohonan maaf sekaligus membina warga NTT agar mampu beradaptasi.
"Sejak kunjungan itu, kami mulai melihat adanya perubahan positif," kata Johni.
Wagub menekankan, persoalan itu berakar pada budaya yang masih terbawa saat masyarakat berada di luar daerah. Karena itu, gereja diharapkan mengambil bagian membina umat agar meninggalkan kebiasaan tidak produktif.
"Pelayanan gereja tidak hanya berbicara tentang kehidupan rohani, tetapi juga membentuk karakter dan perilaku masyarakat. Melalui pembinaan berkelanjutan, kita berharap masyarakat membawa nama baik NTT di mana pun berada," jelasnya.
Johni juga menyoroti stunting dan kemiskinan yang masih menjadi tantangan besar di NTT. Penyelesaiannya, kata dia, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi butuh keterlibatan seluruh elemen termasuk gereja.
Ia juga mengajak menyelesaikan persoalan melalui musyawarah adat dan jalur hukum, bukan kekerasan atau perang antar kelompok.
"Gereja harus berani mengubah budaya-budaya yang tidak produktif, sebagaimana Tuhan Yesus menghadirkan pembaruan. Nilai budaya yang baik harus dipertahankan, tetapi yang menghambat kemajuan perlu diubah melalui terang Injil," tegasnya.
Di akhir sambutan, Johni mengucapkan terima kasih kepada BPMS GKS periode 2022-2026 dan selamat kepada pengurus periode 2026-2031. Ia mengajak seluruh warga GKS mendukung kepengurusan baru agar pelayanan semakin berdampak bagi Sumba dan NTT.
Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali mengapresiasi pelaksanaan Sidang Sinode XLIV GKS yang menetapkan kepengurusan BPMS GKS periode 2026-2031.
Menurutnya, GKS selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan SDM, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan sosial.
"Kami berharap GKS terus menjadi mitra pemerintah dalam memberikan masukan, pendampingan, serta pelayanan kepada masyarakat demi mewujudkan kesejahteraan bersama," ujar Umbu Lili.
Ketua Umum BPMS GKS periode 2022-2026 Pdt. Marlin Lomi bersyukur seluruh rangkaian sidang berjalan baik. Ia berpesan agar tema dan subtema Sidang Sinode XLIV tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diterjemahkan dalam pelayanan nyata.
Sidang Sinode XLIV GKS berlangsung 2-9 Juli 2026 dan menetapkan pimpinan BPMS GKS periode 2026-2031:
Ketua Umum Pdt. Yakob Malo Bili, Sekretaris Umum Aprianus M. Dj. Uma, Ketua I Pdt. Theopilus Mete, dan Ketua II Pdt. Yohanis Woli.
Acara penutupan diakhiri dengan pemukulan gong oleh Wagub NTT sebagai tanda resmi berakhirnya sidang.
Turut hadir Wakil Bupati Sumba Tengah, anggota DPRD Sumba Timur Umbu Aryad, Forkopimda Sumba Timur, para pendeta, peserta sidang, dan jemaat GKS.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....