Sekda Kupang Buka Workshop Sistem Peringatan Dini Berbasis Rumah Ibadah

  • 10 Jun 2026 22:24 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang-Pemerintah Kabupaten Kupang terus memperkuat kesiapsiagaan bencana dengan mendorong keterlibatan rumah ibadah sebagai pusat informasi dan edukasi masyarakat. Hal ini ditandai dengan dibukanya Workshop Penguatan Sistem Peringatan Dini Multi Ancaman Berbasis Rumah Ibadah di Aula Kantor Bupati Kupang, Oelamasi, Senin, 8 Juni 2026.

Bupati Kupang, Yosef Lede, diwakili oleh Sekretaris Daerah Mateldius Sanam, secara resmi membuka kegiatan tersebut di hadapan para peserta dari berbagai unsur pemerintah, lembaga keagamaan, dan mitra kebencanaan. Dalam sambutannya, Mateldius menegaskan bahwa rumah ibadah memiliki peran strategis tidak hanya sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai pusat penyebaran informasi penting, termasuk peringatan dini bencana.

Ia menekankan bahwa sistem peringatan dini tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi juga pada kecepatan dan ketepatan penyampaian informasi kepada masyarakat. “Ketika sistem peringatan bencana dibangun berbasis rumah ibadah, informasi tentang potensi bahaya dapat lebih cepat diterima masyarakat dan mendorong tindakan penyelamatan yang lebih cepat dan tepat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai yang diajarkan di rumah ibadah seperti kepedulian, solidaritas, dan kasih sayang menjadi modal sosial penting dalam memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi bencana. “Pemerintah Kabupaten Kupang berkomitmen mendorong kolaborasi dengan seluruh unsur masyarakat, termasuk lembaga keagamaan, agar pembangunan tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga aman dan tangguh dan melindungi seluruh masyarakat,” katanya.

Workshop ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengelola rumah ibadah dalam memahami langkah mitigasi dan respons awal terhadap bencana, sekaligus memperkuat jaringan komunikasi cepat antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas keagamaan. Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Asisten I Sekda Kabupaten Kupang, Kalak BPBD Kabupaten Kupang, perwakilan BMKG Provinsi NTT, FPRB Kabupaten Kupang, serta tokoh agama dan unsur Forkopimcam dari berbagai wilayah. (DW)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....