Sekda Kupang Buka Workshop Sistem Peringatan Dini Berbasis Rumah Ibadah
- 09 Jun 2026 07:01 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Pemerintah Kabupaten Kupang terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui penguatan sistem peringatan dini berbasis rumah ibadah yang dinilai memiliki peran strategis dalam menjangkau masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.
Bupati Kupang Yosef Lede, yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang Mateldius Sanam, membuka Workshop Penguatan Sistem Peringatan Dini Multi Ancaman Berbasis Rumah Ibadah yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Kupang, Oelamasi, Senin 8 Juni 2026. Dalam sambutannya, Mateldius Sanam mengatakan rumah ibadah memiliki kekuatan besar sebagai pusat penyebaran informasi, edukasi kebencanaan, sekaligus penguatan nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, ketika sistem peringatan dini dibangun berbasis rumah ibadah, informasi mengenai potensi bencana dapat diterima masyarakat dengan lebih cepat. Hal tersebut akan mendorong masyarakat untuk mengambil langkah penyelamatan secara tepat dan terukur sehingga risiko korban maupun kerugian akibat bencana dapat diminimalkan.
“Sistem peringatan dini bukan hanya soal alat dan teknologi, tetapi bagaimana informasi dapat sampai kepada masyarakat pada waktu yang tepat dan mudah dipahami. Rumah ibadah juga mengajarkan nilai kepedulian, kasih, solidaritas, dan semangat saling membantu dalam menghadapi berbagai situasi, termasuk saat terjadi bencana,” ucap Mateldius Sanam, kepada RRI.CO.ID, Senin 8 Juni 2026.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Kupang berkomitmen untuk terus membangun kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan, dalam mendukung pembangunan daerah yang aman dan tangguh terhadap bencana. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga dari kemampuan daerah dalam melindungi masyarakat dari berbagai ancaman dan risiko yang dapat mengganggu kehidupan sosial maupun pembangunan.
Melalui workshop tersebut, pemerintah berharap kapasitas rumah ibadah sebagai mitra pemerintah dalam kesiapsiagaan bencana dapat semakin diperkuat. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman para pemuka agama dan pengelola rumah ibadah mengenai langkah-langkah mitigasi serta respons awal ketika terjadi bencana.
Tidak hanya itu, workshop tersebut juga menjadi wadah untuk membangun jaringan komunikasi yang lebih cepat dan efektif antara pemerintah, masyarakat, lembaga keagamaan, serta berbagai pihak terkait dalam upaya penanggulangan bencana. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan yang memiliki peran penting dalam pengurangan risiko bencana, termasuk perwakilan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi NTT, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Kupang, serta organisasi masyarakat yang bergerak di bidang kemanusiaan dan kebencanaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Sekda Kabupaten Kupang Guntur Subu Taopan, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kupang Noflianto Amtitan, Manager Obor Berkat Adelia Simatupang, perwakilan BMKG Provinsi NTT Helny Willa, Ketua FPRB Kabupaten Kupang Elvrid Saneh, Camat Kupang Barat, Camat Takari, anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta sejumlah tokoh agama di Kabupaten Kupang. Melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan komunitas keagamaan, Pemerintah Kabupaten Kupang berharap sistem peringatan dini yang dibangun dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di masa mendatang. (AI)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....