Menteri Nusron Pesan 568 Wisudawan Politeknik Agraria STPN Jaga Integritas
- 07 Sep 2026 15:24 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Sebanyak 568 Taruna dan Taruni Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) resmi menyandang gelar Sarjana Terapan Pertanahan setelah mengikuti prosesi wisuda Tahun Akademik 2025/2026, Sabtu, 5 September 2026. Di balik toga dan ijazah yang diterima, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menitipkan satu pesan penting kepada para lulusan, jangan pernah meninggalkan integritas di mana pun bertugas.
Pesan tersebut disampaikan Nusron saat menghadiri wisuda yang berlangsung di Pendopo Sasana Widya Bhumi, Politeknik Agraria STPN, Sleman. “Di mana pun Saudara bekerja, integritas harus dijaga. Saudara akan berhadapan dengan tanah yang menyangkut kehidupan masyarakat, tempat tinggal, mata pencaharian, investasi, pembangunan, bahkan masa depan keluarga. Karena itu, pekerjaan di bidang pertanahan dan agraria membutuhkan tanggung jawab moral yang sangat besar,” ujar Nusron.
Menurutnya, lulusan Politeknik Agraria STPN tidak hanya dituntut menguasai aspek teknis pertanahan. Lebih dari itu, mereka harus mampu menjalankan profesinya dengan penuh tanggung jawab karena keputusan di bidang agraria dan pertanahan dapat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Nusron menegaskan, penguasaan ilmu, teknologi, dan profesionalisme harus berjalan beriringan dengan integritas. “Kita membutuhkan SDM yang memahami persoalan pertanahan secara utuh, menguasai teknologi, mampu bekerja secara profesional, dan yang paling penting, memiliki integritas,” katanya.
Wisuda tahun ini memiliki makna khusus karena menjadi wisuda perdana sejak STPN bertransformasi menjadi Politeknik Agraria STPN. Nusron menilai transformasi tersebut merupakan langkah penting untuk memperkuat pendidikan vokasi di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.
Lembaga pendidikan tersebut diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia yang semakin siap menghadapi persoalan pertanahan yang terus berkembang. Transformasi ini diharapkan semakin memperkuat kapasitas pendidikan vokasi dan bisa melahirkan generasi penerus yang mampu menjawab berbagai tantangan di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.
Dalam kesempatan itu, Nusron juga memberikan apresiasi kepada para orang tua dan keluarga yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan para wisudawan. Ucapan penghargaan turut disampaikan kepada para dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh civitas academica Politeknik Agraria STPN yang telah mendidik serta mempersiapkan generasi baru di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.
Prosesi wisuda ditandai dengan penyerahan ijazah oleh Menteri Nusron bersama Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan kepada para lulusan. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pelepasan atribut serta penyerahan Kartu Anggota Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi (KAPTI) Agraria.
Dari 568 lulusan, tiga taruni berhasil mencatatkan prestasi akademik tertinggi dan meraih predikat lulusan terbaik. Mereka adalah Susana Nadia Putri Betan, taruni tugas belajar utusan Kantor Wilayah BPN Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan IPK 3,94.
Posisi kedua diraih Novita Ayu Kustianingsih, taruni tugas belajar utusan Kanwil BPN Provinsi Riau, dengan IPK 3,91. Sementara itu, Ni Luh Putu Ananda Pertiwi, taruni tugas belajar utusan Kanwil BPN Provinsi Lampung, meraih IPK 3,90.
Ketiganya menjadi gambaran bahwa perjalanan pendidikan di bidang pertanahan tidak hanya membutuhkan ketekunan, tetapi juga komitmen untuk terus meningkatkan kompetensi. Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN Sri Yanti Achmad mengatakan, wisuda perdana tersebut menjadi momentum istimewa bagi para lulusan sekaligus seluruh civitas academica.
“Kelulusan hari ini merupakan buah dari kerja keras, ketekunan, dan perjuangan yang telah dilalui selama menempuh pendidikan. Kami berharap para lulusan dapat membawa ilmu dan kompetensi yang diperoleh untuk memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang,” tutur Sri Yanti.
Dengan berakhirnya masa pendidikan, para lulusan kini memasuki babak baru. Bekal ilmu dan kompetensi yang diperoleh di bangku kuliah akan diuji langsung di tengah masyarakat.
Pesan Menteri Nusron pun menjadi pengingat bahwa bagi insan pertanahan, keberhasilan bukan semata tentang kemampuan menyelesaikan persoalan teknis, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan masyarakat melalui integritas. Turut hadir dalam rangkaian prosesi wisuda sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN, Sekretaris Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Kepala Kanwil BPN Provinsi se-Indonesia beserta jajaran. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....