STPN Resmi Bertransformasi Menjadi Politeknik Agraria STPN

  • 07 Sep 2026 15:16 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) resmi memasuki babak baru dengan bertransformasi menjadi Politeknik Agraria STPN. Perubahan bentuk kelembagaan tersebut diresmikan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, di Pendopo Sasana Widya Bhumi Politeknik Agraria STPN, Sleman, Yogyakarta, Sabtu, 5 Agustus 2026.

Peresmian ditandai dengan pemukulan gong oleh Menteri Nusron yang didampingi Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan, Sekretaris Jenderal Dalu Agung Darmawan, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Agustyarsyah, serta Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN Sri Yanti Achmad. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti dan penyerahan bendera Politeknik Agraria STPN kepada Plt. Direktur.

Menteri Nusron mengatakan, Politeknik Agraria STPN menjadi satu-satunya perguruan tinggi vokasi di Indonesia yang secara khusus mengembangkan pendidikan di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang. “Politeknik Agraria STPN merupakan satu-satunya perguruan tinggi vokasi di Indonesia yang bergerak secara khusus mengembangkan pendidikan bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang,” ujar Nusron.

Transformasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan dan menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Selama puluhan tahun, STPN telah menghasilkan ribuan tenaga profesional yang mengabdi di Kementerian ATR/BPN maupun di berbagai bidang lainnya.

Menurut Nusron, proses transformasi telah melalui perjalanan panjang, mulai dari perubahan bentuk kelembagaan, penataan organisasi, pengembangan kurikulum vokasi, pembukaan program studi baru hingga penyelenggaraan pendidikan. “Proses transformasi yang selama beberapa tahun terakhir kita perjuangkan, saat ini sudah mencapai tahap akhir. Perubahan bentuk kelembagaan, penataan organisasi, pengembangan kurikulum vokasi, pembukaan program studi baru, sampai dengan penyelenggaraan pendidikan telah dilaksanakan dan berjalan dengan baik,” katanya.

Meski demikian, proses pembahasan dan penetapan statuta Politeknik Agraria STPN masih berlangsung di Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi. Kementerian ATR/BPN memastikan proses tersebut akan terus dikawal hingga tuntas.

Seiring dengan transformasi kelembagaan, Politeknik Agraria STPN juga membuka tiga program studi baru yang mulai diselenggarakan pada tahun akademik 2025/2026. Ketiganya telah memperoleh akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Ketiga program studi tersebut yakni Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan, Sarjana Terapan Survei Pemetaan dan Informasi Pertanahan, serta Sarjana Terapan Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah. Nusron menilai, keberadaan program studi baru tersebut menunjukkan komitmen Politeknik Agraria STPN dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus merespons perkembangan kebutuhan di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang.

“Transformasi ini harus kita lihat sebagai proses untuk membuat pendidikan di Politeknik Agraria STPN semakin relevan dengan kebutuhan lapangan,” ujarnya.

Ia berharap pengembangan kurikulum dan sistem pembelajaran di Politeknik Agraria STPN dilakukan secara adaptif. Kampus tersebut diharapkan menjadi pusat lahirnya gagasan, inovasi teknologi, dan berbagai solusi untuk menjawab persoalan agraria, pertanahan, dan tata ruang.

“Kementerian ATR/BPN akan terus memberikan dukungan terhadap penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan sarana dan prasarana, serta pembiayaan yang diperlukan untuk memperkuat Politeknik Agraria STPN,” kata Nusron.

Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN, Sri Yanti Achmad, mengatakan perubahan bentuk kelembagaan dari STPN menjadi Politeknik Agraria STPN merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan seluruh civitas academica. Menurutnya, transformasi tersebut tidak hanya menyangkut perubahan kelembagaan, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengembangan ilmu pengetahuan dan kompetensi di bidang agraria, pertanahan, serta tata ruang.

“Peresmian Politeknik Agraria STPN yang dirangkaikan dengan wisuda perdana ini menjadi momentum penting yang menandai babak baru dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi vokasi serta menguatkan peran Politeknik Agraria STPN dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan profesional di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang,” ujar Sri Yanti.

Peresmian Politeknik Agraria STPN tersebut dirangkaikan dengan wisuda perdana sebanyak 568 taruna dan taruni. Dalam kesempatan yang sama, diberikan pula penghargaan kepada Kepala Pusat Penilaian Kompetensi BPSDM, Heri Mulianto, sebagai pencipta Hymne Politeknik Agraria STPN.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN, Sekretaris Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi se-Indonesia beserta jajaran. Transformasi STPN menjadi Politeknik Agraria STPN diharapkan semakin memperkuat posisi pendidikan vokasi di bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang sekaligus melahirkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan pengelolaan pertanahan dan tata ruang di masa mendatang. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....