STPN Buka Jalan Karier Agraria, Kenali 4 Prodi Unggulannya

  • 18 Jun 2026 22:54 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang-Memilih program studi menjadi langkah penting bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Namun, tidak sedikit calon mahasiswa yang masih bingung menentukan pilihan karena belum memahami bidang yang sesuai dengan minat, bakat, dan cita-cita karier mereka.

Bagi generasi muda yang tertarik pada dunia agraria, pertanahan, tata ruang, hingga teknologi pemetaan modern, Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) hadir sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi yang menawarkan pendidikan berbasis praktik dan kebutuhan dunia kerja. Berada di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Politeknik Agraria STPN memiliki empat program studi unggulan yang dirancang untuk mencetak sumber daya manusia profesional di bidang pertanahan dan tata ruang.

SPIP, Surga bagi Pecinta Teknologi Pemetaan dan Geospasial

Program Studi Sarjana Terapan Survei dan Pemetaan Informasi Pertanahan (SPIP) menjadi pilihan menarik bagi calon mahasiswa yang menyukai pengukuran, pemetaan, teknologi geospasial, serta analisis data. Di program studi ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga terjun langsung ke lapangan untuk melakukan pengukuran dan pemetaan menggunakan teknologi terkini.

Materi yang dipelajari meliputi Sistem Informasi Geografis (SIG), fotogrametri, pemetaan digital, hingga pengolahan data spasial. Dandi Resando, salah satu taruna SPIP, mengaku tertarik karena perpaduan antara aktivitas lapangan dan teknologi modern.

Dandi Resando, salah satu taruna SPIP.

"Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga terjun langsung melakukan pengukuran dan pemetaan di lapangan. Saya tertarik dengan penggunaan teknologi geospasial yang terus berkembang dan memiliki peran penting dalam pembangunan serta pengelolaan pertanahan," ujarnya.

MPRP, Mencetak Perencana Wilayah Masa Depan

Bagi calon mahasiswa yang tertarik pada pembangunan wilayah dan kebijakan tata ruang, Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan (MPRP) bisa menjadi pilihan yang tepat. Mahasiswa akan mempelajari berbagai aspek penataan ruang, pengelolaan pertanahan, pelayanan pertanahan berbasis elektronik, hingga analisis kebijakan agraria dan tata ruang. Program studi ini terbuka bagi lulusan SMA maupun SMK dari berbagai jurusan.

Ayu Hanan Mutia memilih MPRP karena ketertarikannya terhadap bagaimana suatu wilayah direncanakan dan berkembang. "Saya melihat masih banyak persoalan tata ruang di daerah, misalnya kawasan industri yang berdekatan dengan permukiman atau pemanfaatan ruang yang belum sesuai. Karena itulah saya tertarik mempelajari bagaimana perencanaan tata ruang bisa mendukung pembangunan yang lebih baik," ungkapnya.

Ayu Hanan Mutia, Taruni MPRP

KMPT, Fokus pada Pelayanan dan Administrasi Pertanahan Modern

Sementara itu, Program Studi Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah (KMPT) menjadi pilihan bagi mereka yang tertarik pada pelayanan publik, administrasi pertanahan, serta pemanfaatan teknologi dalam layanan pemerintahan. Mahasiswa KMPT dibekali pemahaman mengenai sistem pendaftaran tanah, pengelolaan data pertanahan, kebijakan pertanahan, tata kelola administrasi, hingga pengembangan layanan berbasis digital.

Rizaldi Secondia Putra mengaku memilih program studi ini karena ketertarikannya pada aspek hukum dan kebijakan pertanahan. "Saya lebih tertarik pada aspek hukum dan kebijakan pertanahan dibandingkan perhitungan teknis. Di prodi KMPT saya belajar memahami proses pendaftaran tanah, dan bagaimana kebijakan pertanahan dapat memberikan kepastian hukum dan perlindungan hak bagi masyarakat," katanya.

Rizaldi Secondia Putra, Taruna KPMT.

Prodi Pertanahan, Memahami Dunia Agraria Secara Komprehensif

Bagi calon mahasiswa yang ingin mempelajari dunia pertanahan secara lebih luas, Program Studi Sarjana Terapan Pertanahan menawarkan cakupan kompetensi yang komprehensif. Mahasiswa akan mempelajari hukum agraria, penyelesaian sengketa tanah, pengadaan tanah untuk pembangunan, pengendalian pemanfaatan ruang, hingga kebijakan pertanahan.

Program studi ini cocok bagi mereka yang memiliki kemampuan analitis dan ketertarikan pada aspek hukum serta sosial kemasyarakatan. Ni Putu Arista Pradnyaswari, taruni asal Karangasem, Bali, mengaku tertarik karena banyaknya kegiatan praktik lapangan dan interaksi langsung dengan masyarakat.

"Saya suka mencoba hal baru dan senang kegiatan di alam. Ketika mencari informasi tentang Politeknik Agraria STPN, saya melihat banyak kegiatan praktik lapangan dan kesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat," tuturnya.

Pada Seleksi Penerimaan Taruna Baru Tahun Akademik 2026/2027, Politeknik Agraria STPN menyediakan kuota sebanyak 350 calon taruna, yang terbagi dalam tiga jalur seleksi, yaitu:

  • Jalur Umum: 260 orang

  • Jalur Tugas Belajar/PNS Kementerian ATR/BPN: 60 orang

  • Jalur Kerja Sama Pemerintah Daerah: 30 orang

Dengan pilihan program studi yang semakin spesifik dan relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional, Politeknik Agraria STPN membuka peluang bagi generasi muda untuk membangun karier profesional di bidang pertanahan, tata ruang, pemetaan, dan pelayanan publik.

Bagi lulusan SMA/sederajat yang berminat bergabung, pendaftaran masih dibuka hingga 18 Juni 2026. Kesempatan ini menjadi langkah awal untuk berkontribusi dalam pengelolaan sumber daya agraria dan pembangunan Indonesia yang berkelanjutan. (DW)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....