Nilingbakery.Id, Bisnis Kue dari Modal Rp50 Ribu
- 16 Sep 2026 11:06 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Berawal dari hobi membuat kue sebagai sarana healing dan melepas penat, Nesyaa, mahasiswi sekaligus pemilik usaha kuliner Nilingbakery.Id, membuktikan bahwa modal besar bukanlah syarat utama untuk memulai sebuah bisnis. Hanya dengan modal awal sebesar Rp50.000, bisnis kue yang ia rintis kini telah memiliki banyak pelanggan setia di Kota Kupang.
Kisah inspiratif tersebut dibagikan Nesyaa saat menjadi narasumber dalam acara Obrolan Teras UMKM di Pro 4 RRI Kupang pada Selasa, 15 September 2026. Nesyaa menceritakan bahwa perjalanan usahanya dimulai sejak masih duduk di bangku SMA pada tahun 2022.
Kala itu, ia memanfaatkan hobi memasaknya dengan menjual bapau kepada teman-teman dan adik kelasnya di sekolah. Setelah lulus SMA dan memasuki masa persiapan kuliah, Nesyaa mulai bereksperimen dengan resep brownies.
Hasil buatannya kerap diunggah di media sosial Instagram dan mendapat respons positif dari teman-temannya yang langsung memesan. Dari mulut ke mulut serta dukungan promosi rekan-rekannya, usahanya mulai dikenal luas.
Nama "Nilingbakery" sendiri memiliki arti tersendiri baginya. "Niling itu singkatan dari Nesyaa Inilaling. Karena bagi saya, bikin kue (baking) itu cara terbaik untuk healing atau melepas penat," ujar Nesyaa.
Meski tantangan harga bahan baku dan kemasan food grade kerap naik, Nesyaa memilih untuk tetap mempertahankan cita rasa dan kualitas bahan. Menurutnya, kepercayaan pelanggan adalah hal paling utama agar pembeli terus melakukan pemesanan ulang (repeat order).
"Dari dulu saya tidak pernah mengubah kualitas bahan. Lebih baik ambil untung sedikit tapi lancar dan orang senang, daripada ambil untung banyak tapi orang hanya beli sekali," ucapnya.
Kedisiplinan dalam mengelola keuangan juga menjadi kunci keberhasilannya. Sejak awal memulainya dari modal Rp50.000 untuk membeli tepung, cokelat, dan ragi, ia selalu memisahkan antara uang modal dan keuntungan. Keuntungan tersebut lantas diputar kembali untuk menambah bahan baku dan varian menu baru, seperti donat, pie susu, hingga tiramisu cup.
Kini, Nilingbakery.Id tidak hanya melayani pesanan dari sesama mahasiswa atau anak muda, tetapi juga rutin menerima pesanan dari pegawai di dinas-dinas pemerintahan untuk acara kantor. Dalam satu minggu, Nesyaa mampu menangani 40 hingga 50 pesanan.
Saat ini Nesyaa sedang menempuh pendidikan perguruan tinggi di jurusan Manajemen semester 3. Menjalani peran sebagai mahasiswi sekaligus pengusaha mandiri menuntutnya cerdas mengoperasikan waktu.
Sistem penjualan Nilingbakery.Id menerapkan Pre-Order (PO) H-1 yang disesuaikan dengan jadwal perkuliahan. Tak jarang, jika pesanan sedang menumpuk, ia sudah mulai membuat kue sejak pukul 5 subuh sebelum berangkat ke kampus. Seluruh proses produksi ia kerjakan sendiri dengan sesekali dibantu oleh ibunya untuk pengemasan.
Menutup perbincangan, Nesyaa membagikan pesan motivasi bagi anak-anak muda di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ingin mulai berwirausaha.
"Jangan ragu kalau punya hobi dan bakat. Memulai usaha tidak harus menunggu modal ratusan ribu atau jutaan. Mulai dari Rp50.000 pun bisa, yang penting ada niat dan konsisten," tuturnya. (TT)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....